BATAM, HMStimes – Upaya membangun kualitas sumber daya manusia tidak selalu dimulai dari ruang kelas. Di Kelurahan Mangsang, Kecamatan Sei Beduk, Kota Batam, pendekatan itu dicoba melalui ruang yang lebih dekat dengan kehidupan keluarga: tempat pengasuhan anak.
PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) melalui Offtake Stasiun Panaran menjalankan Program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) di Anak Ceria Daycare sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan yang diarahkan pada penguatan pengasuhan anak usia dini.
Program tersebut tidak hanya menghadirkan bantuan sarana bermain dan edukasi, tetapi juga mencoba memperkuat ekosistem tumbuh kembang anak melalui keterlibatan pengasuh, orang tua, dan jejaring layanan pendukung.
Area Head PGN Batam, Wendi Purwanto mengatakan, perhatian terhadap anak usia dini menjadi bagian dari investasi jangka panjang untuk membentuk kualitas generasi mendatang.
Ia menjelaskan, masa awal kehidupan anak merupakan fase penting yang memengaruhi pembentukan karakter, kemampuan belajar, serta perkembangan sosial dan emosional.
“Melalui Program TAMASYA, kami ingin hadir bukan sekadar memberi fasilitas, tetapi turut menciptakan lingkungan pengasuhan yang aman, sehat, nyaman, dan edukatif,” kata Wendi melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2026).
Program tersebut dirancang melalui empat pendekatan utama, yakni peningkatan kapasitas pengasuh, pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala, penguatan peran keluarga dalam pengasuhan, serta penyediaan sistem rujukan untuk mendukung kesehatan dan perkembangan anak.
Dalam pelaksanaannya, PGN menyalurkan bantuan alat stimulasi tumbuh kembang berupa media edukatif dan permainan yang dirancang untuk mendukung perkembangan motorik, kognitif, sosial, serta emosional anak.
“Program tidak berhenti pada anak-anak. Orang tua juga menjadi sasaran melalui layanan konseling dan edukasi pengasuhan agar pola pendampingan di rumah berjalan selaras dengan proses pengasuhan di daycare,” ujarnya.
Sebanyak 30 anak usia dini menjadi penerima manfaat langsung program ini. Selain itu, 16 orang tua mengikuti layanan konseling dan edukasi pengasuhan, sedangkan enam orang pengasuh mendapatkan pendampingan psikolog untuk memperkuat kapasitas mereka dalam mendampingi anak.
Menariknya, pendekatan pengasuhan yang dibangun juga dikaitkan dengan pendidikan lingkungan sejak usia dini.
PGN menggandeng Perwakilan BKKBN Provinsi Kepulauan Riau serta bekerja sama dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam, Bank Sampah Mutiara Bersinar, dan Bank Sampah Allium untuk menghadirkan aktivitas edukatif yang mengenalkan kebiasaan menjaga lingkungan kepada anak.
“Melalui kegiatan ini, anak-anak diajak memahami cara menjaga kebersihan, memilah sampah, hingga mengenal pemanfaatan sampah plastik menjadi barang yang memiliki nilai guna,” tutupnya.



