Minggu, 25 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Presiden Prabowo Subianto saat sampailan Pidato Kenegaraan Dalam Rangka Penyampaian RAPBN 2026 Beserta Nota Keuangan di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: Ist./Tangkapan layar YouTube).

Pidato Presiden Kecewakan PPPK Paruh Waktu, 20 Ribu GTK Siap Bergerak ke Istana

15 Agustus 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Pidato Presiden Prabowo Subianto menjelang HUT ke-81 R1 mengecewakan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu seluruh Indonesia. Dipastikan 20 ribu guru tenaga kependidikan (GTK) akan bergerak menuju Jakarta menuntut kepastian nasib mereka.

Sekretaris Jenderal DPP Guru Tenaga Kependidikan Nusantara (GTKN), Ratna Purwakesi menegaskan, pihaknya menyampaikan rasa hormat kepada Presiden Prabowo atas pidato dan arah kebijakan pembangunan yang disampaikan.

Namun, GTKN menyampaikan kekecewaan mendalam, karena persoalan penyelesaian PPPK, khususnya PPPK Paruh Waktu menuju Penuh Waktu, sama sekali belum mendapatkan kejelasan.

“Bagi kami, ini bukan sekadar persoalan status. Ini menyangkut kepastian masa depan guru dan tenaga kependidikan yang telah mengabdi bertahun-tahun kepada negara,” kata Ratna dilansir JPNN.com, Jumat, 14 Agustus 2026.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Dia mengungkapkan, sekitar 20 ribu anggota GTK Nusantara siap bergerak apabila aspirasi ini tidak mendapatkan jawaban yang jelas.

Aksi Damai

GTKN akan melakukan aksi secara damai, tertib, dan konstitusional, termasuk menyiapkan tenda dan perbekalan untuk aksi selama tiga hari di depan Istana Negara dan atau DPR RI.

GTKN juga ingin mengingatkan Presiden Prabowo bahwa berbicara tentang pendidikan tidak cukup hanya membangun infrastruktur.

Gedung sekolah, laboratorium, dan fasilitas pendidikan memang penting, tetapi suprastruktur pendidikan, terutama guru dan tenaga kependidikan yang sejahtera serta memiliki kepastian status, tidak kalah penting.

“Bangunan pendidikan boleh berdiri kokoh, tetapi pendidikan tidak akan berdiri tegak tanpa guru dan tenaga kependidikan yang mendapatkan kepastian,” tegasnya.

GTKN tidak ingin berhadap-hadapan dengan pemerintah. GTKN ingin didengar, ingin berdialog.

Namun, ketika suara pengabdian belum mendapatkan jawaban, GTKN siap membawa suara itu langsung ke depan Istana.

“Kami datang bukan untuk mencari keributan, tetapi untuk mencari kepastian,” ucapnya.

Ratna menegaskan, PPPK Paruh Waktu tidak boleh menjadi status tanpa batas waktu. Sudah waktunya pengabdian dibayar dengan kepastian. (*)

Berita Lain

Bupati Samosir Vandico Timotius Gultom didampingi Wakil Bupati Ariston tua Sidauruk menyerahkan SK Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) formasi 2024. (Foto: Hendrikoh).

Bupati Samosir Serahkan 141 SK PPPK Formasi Tahun 2024: Jadilah Pelayan Masyarakat yang Profesional dan Inovatif

4 Agustus 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS