Selasa, 9 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Nanik Sudaryati Deyang atau Nanik S. Deyang, Kepala BGN baru pengganti Dadan Hindayana. (Foto: Ist./ Wikipedia.org).

Presiden Copot Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hindayana

3 Juni 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Presiden Prabowo Subianto mencopot Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana dari jabatannya. “Pada hari ini Selasa, 2 Juni 2026, Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Selain Dadan, presiden juga mencopot dua wakil kepala Badan Gizi Nasional, yakni Brigjen Polisi Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Untuk menggantikan Dadan Hindayana, Presiden Prabowo memilih Nanik S Deyang sebagai kepala BGN yang baru. Ia sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN.

Adapun dua pejabat lain yakni, Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono dipilih sebagai Wakil Kepala BGN.

Berita Lain

Stafsus Menag Malu Perkemahan JAI di Karanganyar Dibubarkan Paksa

Bobby Nasution Desak PLN Beri Kompensasi Dampak Pemadaman Bergilir

Pertamina Patra Niaga IT Teluk Kabung Transplantasi Terumbu Karang di Pulau Pasumpahan

97 Ranjau Laut Tersebar di Selat Singapura

Sebelumnya Agustina menjabat wakil kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Ia dilantik Presiden Prabowo untuk posisi tersebut pada 19 Februari 2025.

Sedangkan Mayjen TNI Trenggono, sebelumnya menjabat Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara. Ia adalah perwira tinggi TNI Angkatan Darat yang masih aktif.

Tiga pejabat BGN yang baru diangkat itu tidak ada satu pun yang berprofesi sebagai ahli gizi.

Alasan Pencopotan

Dalam jumpa pers, Mensesneg Prasetyo Hadi memaparkan alasan mengapa Presiden Prabowo memutuskan mencopot Dadan Hindayana.

Dituturkan, banyak catatan dalam monitoring dan evaluasi selama 1,5 tahun penugasan, yang menjadi dasar pertimbangan Presiden Prabowo.

“Jadi ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan SOP, ada yang berkenaan dengan masalah kedisiplinan dalam menjalankan tata kelola, termasuk kedisiplinan di dalam menjaga kualitas dari makanan yang seharusnya sudah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional,” papar Prasetyo dilansir bbc.com.

Berdasarkan data Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), sejak awal 2025 hingga April 2026 tercatat sedikitnya 33.626 pelajar sempat mengalami keracunan yang diduga dari MBG.

Guru besar teknologi pangan dan hasil pertanian UGM, Profesor Sri Raharjo, menyatakan kasus keracunan MBG nyaris terjadi setiap bulan—dengan melihat data selama 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa sejak awal implementasi, program tersebut sudah menghadapi persoalan serius terkait kesiapan.
“Hanya mungkin satu dua bulan saja yang tidak ada laporan. Selebihnya hampir setiap bulan ada, dengan jumlah kasus yang fluktuatif,” ujarnya, April lalu.

Menanggapi pencopotan dirinya dari posisi Kepala BGN, Dadan Hindayana berkata bahwa itu merupakan “hak mutlak penuh” Presiden Prabowo.

“Beliau (presiden) paham betul yang terbaik untuk melaksanakan program kerja yang dicanangkan,” kata Dadan saat dimintai konfirmasi, Rabu, 3 Juni 2026, seperti dilaporkan Kompas.com. Dadan lalu menyampaikan terima kasih lantaran diberi kesempatan menjadi anggota Kabinet Merah Putih.

Dia juga mengucapkan selamat bekerja kepada pimpinan BGN yang baru. “Insyaallah akan membawa program MBG makin berkualitas dan bermanfaat untuk seluruh penerima manfaat,” kata Dadan.

Dadan Hindayana yang dilantik sebagai kepala Badan Gizi Nasional oleh Presiden ke-7 Indonesia, Joko Widodo, pada 19 Agustus 2024.

Dia dipercaya Jokowi mengepalai badan yang bakal mengurusi program makan bergizi gratis Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Kelahiran Garut

Dikutip dari situs BGN, Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat tahun 1967.
Dia menyelesaikan pendidikan Sarjana Pertanian di Institut Pertanian Bogor (IPB) pada 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.

Gelar doktor (Dr. rer. Hort) ia raih dari Universitas Gottfried Wilhelm Leibniz Hannover, Jerman, dalam bidang Entomologi Terapan (1997–2000).

Sejak 1992, ia mengabdi sebagai Dosen di Departemen Proteksi Tanaman IPB dan dikukuhkan sebagai Lektor.

Sedangkan Kepala BGN yang baru, Nanik Sudaryati Deyang atau akrab disebut Nanik S. Deyang mantan wartawati dan politikus Indonesia.

Dikutip dari situs BGN, Nanik lahir di Madiun, Jawa Timur 3 Januari 1968.

Ia memulai karier sebagai jurnalis dari Tabloid Bangkit.

Pada 17 September 2025, diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Gizi Nasional, sekaligus diberhentikan dari jabatan Wakil I Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan. (*)

Berita Lain

Presiden KPSI, Said Iqbal menyampaikan keterangan saat unjuk rasa di depan kantor Kementerian Ketenagakerjaan RI, Jakarta, Kamis, 7 Mei 2026. (Foto: Ist./ CNBC Indonesia).

Mensesneg: Istana Diskusikan Said Iqbal Masuk Kabinet Merah Putih

5 Juni 2026
Sapi kurban jenis Simental dari Presiden Prabowo Subianto yang diserahkan kepada Panitia Kurban Masjid Istiqlal. (Foto: Ist./ cnnindonesia.com)

Presiden Beli 1.098 Sapi Kurban, Pakai APBN Total Rp100 M

27 Mei 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS