Kamis, 15 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Presiden Prabowo Subianto (peci hitam) saat menekan tombol sirine tanda Peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur, Senin, 12 Januari 2026. (Foto: Tangkapan Layar Youtube/KementerianESDM).

Presiden Resmikan Kilang Minyak Terbesar di Balikpapan, RI Kurangi Impor BBM

13 Januari 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto Senin, 12 Januari 2026 meresmikan proyek Refinery Development Master Plan (RMDP) Balikpapan, Kalimantan Timur.

RDMP Balikpapan ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dikerjakan PT Kilang Pertamina Balikpapan (KPB). Perusahaan ini merupakan anak usaha dari PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), Subholding Pengolahan dan Petrokimia milik PT Pertamina (Persero).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia menyatakan, dengan diresmikannya proyek RDMP Balikpapan ini, maka Indonesia akan mengurangi impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Pasalnya, proyek dengan nilai investasi US$7,4 miliar atau sekitar Rp123 triliun ini, menambah kapasitas pengolahan minyak mentah sebesar 100 ribu barel per hari (bph).

RDMP Balikpapan ini kini memiliki kapasitas pengolahan minyak mentah 360.000 bph, naik 100.000 bph dari sebelumnya 260.000 bph.

Berita Lain

Bertemu PWI Pusat, Ketua MPR Mengaku Hatinya Masih Tetap Wartawan

Geledah Kantor Pusat Ditjen Pajak, KPK Sita Uang Tunai

Kata Bos Ciputra, Sektor Properti Bakal Melonjak Tahun 2026

HUT PDIP ke-53: Ketum Tandatangani Akta Notaris Pendirian Kantor Megawati Institute

“Proyek ini investasi US$7,4 miliar atau Rp123 triliun, ini RDMP terbesar Indonesia, dan dilakukan dengan menghasilkan 260 ribu barel jadi 360 ribu barel (per hari). Menuju ke EURO V dan menuju Net Zero Emissions,” lapor Bahlil saat acara peresmian Infrastruktur Energi Terintegrasi Pertamina RDMP Balikpapan, Kalimantan Timur.

Di hadapan Presiden Prabowo Subianto, ia menjelaskan, dengan beroperasinya RDMP Balikpapan, maka ini akan menekan impor Bahan Bakar Minyak (BBM) RI. Dari sisi bensin, dia menyebut, RDMP Balikpapan akan menambah produksi bensin sebesar 5,8 juta kilo liter (kl), sehingga akan mengurangi impor BBM bensin sebesar 5,8 juta kl.

Begitu juga dengan impor BBM Solar. Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan ini, ditambah dengan program mandatori Biodiesel 40% (B40) dan Biodiesel 50% (B50) pada tahun ini, maka RI bukan cuma akan mengurangi impor Solar, namun juga akan surplus BBM Solar.

“Dengan RDMP ini menghemat devisa kurang lebih Rp60 triliun lebih. Karena nambah 100 ribu barel (bph). Dengan bensin kita menghasilkan 5,8 juta kl per tahun. Konsumsi bensin sekarang 38 juta kl per tahun. Produksi dalam negeri kita 14,25 juta. Dengan penambahan 5,8 juta (kl), maka impor bensin tinggal 19 juta kl,” papar Bahlil dikutip cnbcindonesia.com.

“Sementara Solar tahun ini (atas) perintah presiden, maka mulai yang kita bicara ini tidak ada impor Solar ke depan. Karena kebutuhan Solar kita total 38 juta, dengan B40, B50, dengan ini kita tambah 5 juta, impor kita tinggal 5 juta, jadi tertutupi, bahkan surplus 1,4 juta. Itu untuk Solar C48. Sementara C51 impor hanya 600 ribu kl. Pada semester kedua nanti, saya minta Pertamina bangun supaya gak impor lagi,” tuturnya.

Fakta Proyek

Sedangkan Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri pun membeberkan sejumlah fakta terkait proyek RDMP Balikpapan.

Dijelaskan, RDMP Balikpapan ini merupakan proyek terintegrasi hulu-hilir minyak dan gas bumi; Berikut beberapa rincian proyek di dalamnya:

  1. Pembangunan pipa gas pasokan bahan bakar kilang dari Senipah ke Balikpapan sepanjang 78 km berdiameter 20 inch dengan kapasitas 125 MMSCFD.
  2. Pembangunan Residual Fluid Catalytic Cracking (RFCC). “RDMP, jantungnya adalah RFCC, di situ residu yang biasa tidak diolah sekarang diolah,” ucap Simon.
  3. Peningkatan kapasitas pengolahan minyak mentah atau Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan dari kapasitas 260 ribu barel per hari (bph) menjadi 360 ribu bph.
  4. Kualitas produk setara standar EURO V.
  5. Terminal tangki timbun BBM dan Terminal Tanjung Batu berkapasitas 125.000 KL, serta empat dermaga.
  6. Penambahan kapasitas tangki timbun minyak mentah (crude oil) Lawe-Lawe sebesar 2 juta barel, dari 5,6 juta barel menjadi 7,6 juta barel.

“Dengan demikian ini wujud, kemudian tonggak sejarah bangsa meningkatkan kemandirian kita di bidang energi, kita menunjukkan berdiri di kaki sendiri, dan menunjukan ke swasembada energi,” ungkap Simon.

Dengan beroperasinya RDMP Balikpapan ini, menjadikan kilang minyak terbesar RI dengan kapasitas 360.000 bph, menyalip Kilang Cilacap yang berkapasitas 348.000 bph. (*)

Berita Lain

Ketua MPR, Ahmad Muzani saat menyambangi Istana Kepresidenan di Jakarta. (Foto: Ist./ detik.com).

Ketua MPR Bertemu Presiden Prabowo, Singgung Rencana Amandemen UUD

3 Desember 2025
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Istana Presiden Jakarta. (Foto: Ist./Dok.pribadi).

Kilang RDMP Balikpapan Siap Diresmikan 17 Desember

21 November 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS