JAKARTA, HMStimes – Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo mundur dari jabatannya hari ini Senin, 27 Juli 2026.
“Bapak presiden menerima pengunduran diri dari Bapak Perry Warjiyo dan disertai ucapan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian beliau selama tujuh tahun lamanya,” kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam konferensi pers di Bank Indonesia dilansir cnnindonesia.com.
Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, resmi mengundurkan diri dari jabatannya. Informasi tersebut dikonfirmasi melalui pernyataan resmi yang diterbitkan pada Rabu, 22 Juli 2026, dan langsung menjadi perhatian publik serta pelaku pasar keuangan nasional.
Pengunduran diri Perry Warjiyo yang mengakhiri kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia sebelum masa jabatannya berakhir. Belum dijelaskan secara rinci alasan pengunduran tersebut, maupun siapa yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.
Menurut a24media.web.id, kabar Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengundurkan diri dari jabatannya, dikonfirmasi melalui pernyataan resmi yang diterbitkan pada Rabu, 22 Juli 2026, dan langsung menjadi perhatian publik serta pelaku pasar keuangan nasional.
Perry Warjiyo mengakhiri kepemimpinannya sebagai orang nomor satu di Bank Indonesia sebelum masa jabatannya resmi berakhir. Hingga saat ini, belum dijelaskan secara rinci alasan pengunduran diri tersebut maupun siapa yang akan ditunjuk sebagai penggantinya.
Kabar ini telah muncul di tengah perhatian besar terhadap kondisi perekonomian nasional, stabilitas nilai tukar rupiah, serta berbagai tantangan ekonomi global yang masih membayangi.
Selama menjabat, Perry Warjiyo dikenal berperan dalam menjaga stabilitas moneter melalui berbagai kebijakan Bank Indonesia, termasuk pengendalian inflasi, penguatan nilai tukar rupiah, serta koordinasi dengan pemerintah dalam menjaga stabilitas sistem keuangan.
Sebelumnya, isu mengenai kemungkinan pergantian Gubernur Bank Indonesia sempat mencuat beberapa waktu lalu. Namun, pemerintah saat itu membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa tidak ada rencana pergantian pimpinan BI.
Jabat Sejak 2018
Perry pertama kali menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia periode 2018-2023. Ia kemudian kembali ditetapkan menjadi Gubernur Bank Indonesia untuk periode 2023-2028.
Ia lahir di Sukoharjo Jawa Tengah tahun 1959. Setelah menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta pada tahun 1982, Perry Warjiyo melanjutkan pendidikan di Iowa State University hingga meraih gelar Master pada tahun 1989 dan meraih gelar Ph.D di tahun 1991.
Sebelum menjabat Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menjabat sebagai Deputi Gubernur BI periode 2013-2018. Dalam kurun waktu 2009-2013, Perry Warjiyo juga menjabat sebagai Asisten Gubernur untuk kebijakan moneter, makroprudensial dan internasional, serta Direktur Eksekutif Departemen Riset Ekonomi dan Kebijakan Moneter Bank Indonesia. (*)



