Jumat, 10 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menteri Keuangan, Purbaya Sadewa. (Foto: Ist./ cnbcindonesia.com).

Purbaya: Harga Minyak US$150/Barel Trump Sudah Jatuh, Bukan RI

26 Maret 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menilai konflik di Timur Tengah antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel yang membuat harga minyak dunia bergejolak tidak akan berakhir pada resesi ekonomi.

Ia mengatakan, pimpinan negara yang menjadi motor perang saja sudah tertekan saat ini, sehingga berencana mengambil langkah untuk membuat harga minyak kembali stabil. Pimpinan negara itu ialah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

“Coba anda lihat. Sekarang saja Amerika sudah kelabakan kan? (naik) 100 dolar aja di sana BBM-nya naik hampir 100%, rakyatnya mulai marah. Makanya si Trump langkahnya agak berbeda kan? Bisa sampai 150? Jatuh Trump sudah. Bukan kita yang (akan) jatuh, tapi di sana,” papar Purbaya di kantornya, Jakarta, Rabu, 25 Maret 2026 dilansir cnbcindonesia.com.

Dikatakan lebih lanjut, sedangkan bagi Indonesia, masih mampu menjaga stabilitas ekonomi domestik, meskipun harga minyak kerap naik tinggi di atas asumsi makro APBN 2026 sebesar US$70 per barel. “Kalau kita masih bisa jaga di sini,” Purbaya menekankan.

Berita Lain

Anggota DPR Apresiasi Temuan Cadangan Gas Baru PetroChina Jambi

Anggota Komisi III DPR Sebut RUU Perampasan Aset Berpotensi Tabrak UUD

Aturan Bayar Pajak Tanpa KTP Tidak Diabaikan, KDM Nonaktifkan Kepala Samsat

Waka Komisi III DPR Setuju Usulan BNN Larang Peredaran Vape

Respon Pengamat

Oleh sebab itu, Menkeu tampak geram merespons pernyataan sejumlah pengamat ekonomi yang kerap menyebut perekonomian Indonesia akan mengalami resesi dalam beberapa bulan ke depan.

Menurutnya, pernyataan itu bukan bentuk kritik kepada pemerintah, melainkan sebatas menciptakan sentimen buruk atau ketakutan di tengah-tengah masyarakat.

“Saya enggak anti kritik, enggak apa-apa. Tapi jangan bilang begini: dua bulan lagi ekonomi Indonesia akan hancur. Akan resesi,” ujar Purbaya.

Apalagi, sentimen yang dibangun itu tidak didasarkan pada perhitungan ekonomi yang benar. Purbaya mengatakan, ekonom yang menyebut ekonomi RI hancur dalam dua bulan itu hanya mempertimbangkan kenaikan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah.

“Alasannya karena harga minyak akan 200 dolar per barrel, rupiah akan berapa puluh ribu, ya kalau itu ya iya, kalau harga minyak 200 dolar per barrel semua dunia resesi, tenang saja, enggak usah pusing,” tambah Purbaya.

“Jadi asumsinya nggak masuk akal. Jadi itu bukan ekonom yang betul,” tegasnya.

Purbaya juga mengatakan bila ekonom itu memperhitungkan faktor risiko secara benar, maka akan mempertimbangkan seluruh estimasi risiko, mulai dari data historis, hingga kebijakan pemerintah yang selama ini telah dibuat dalam merespons tekanan global.

“Jadi itu hitungannya. Kalau ekonom itu seperti itu, jangan asbun. Kalau enggak ngerti, sekolah lagi, apalagi yang profesor itu, enggak pernah sekolah kok,” ungkapnya. (*)

Berita Lain

Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Lamhot Sinaga.(Foto: Ist./Dok. Pribadi).

Waka Komisi VII DPR: Pemerintah Perlu Pertimbangkan Penyesuaian Harga BBM

5 April 2026
Ketua Komisi XII DPR RI, Bambang Patijaya. (Foto: Ist./Wikipedia).

Tidak Ada Kenaikan Harga BBM, DPR Apresiasi Langkah Pemerintah

2 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS