Minggu, 25 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Tim SAR lapangan saat evakuasi serpihan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung Pangkep Sulawesi Selatan. (Foto: Ist./ kompas.com).

Seluruh Korban Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 Berhasil Ditemukan

24 Januari 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Seluruh 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 berhasil ditemukan Jumat, 23 Januari 2026. Pesawat dengan rute penerbangan dari Yogyakarta menuju Makassar itu sebelumnya dilaporkan hilang kontak. Hingga kemudian disusul laporan pesawat jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan.

Kepala Seksi (Kasi) Operasi dan Siaga Kantor SAR Makassar, Andi Sultan tak dapat menahan tangisnya saat mengungkapkan hasil pencarian dan pertolongan (search and rescue/ SAR) lanjutan, yang dilakukan pada hari Jumat, 23 Januari 2026.

BACA JUGA : Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR 42-500 di Puncak Gunung Bulusaraung

Dalam video yang diunggah akun Instagram resmi Kantor SAR Makassar, tampak suasana haru di Posko saat menerima kabar dari tim lapangan, korban ke-10 telah ditemukan. Terlihat Andi Sultan bersama tim SAR dan TNI AD di posko tersebut sujud mengucap doa.

Berita Lain

Pesan Wakapolri Tentang Pemberantasan TPPA–PPO Bagi Calon Atase dan Staf Teknis Polri

Freeport McMoran Targetkan Tetap Pegang 49% Saham Hingga 2041

Ucapan Syukur Ephorus HKBP Pendeta Victor Tinambunan Atas Penutupan PT TPL

Pemerintah Cabut HGU 85.244 Hektar Lahan di Lampung yang Dicaplok Swasta

“Dan pada pukul 09.16 (WITA), Alhamdulilah, korban ditemukan,” katanya sambil menahan tangisnya yang pecah, dilansir cnbcindonesia.com.

“Ya, korban ke-10 sudah ditemukan. Dan saat ini, sementara proses evakuasi. Terimakasih,” lanjut Andi Sultan sambil berusaha menyeka air matanya.

Sandi Sapu Bersih

Sementara, Asisten Operasi Kodam XIV Hasanuddin, Kolonel Inf. Dody Triyo Hadi mengungkapkan, operasi SAR hari terakhir tersebut menggunakan sandi ‘sapu bersih’.

“Alhamdulillah hari ketujuh kita bisa temukan seluruhnya, baik benda penting yang di pesawat maupun seluruh korban. Dan tepat dengan sandi ‘sapu bersih’, Allah meridai sandi tersebut,” kata Dody, dikutip dari detik.news.

Dengan perkembangan ini, operasi SAR 10 korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di hari ketujuh, Jumat, 23 Januari 2026 akhirnya resmi ditutup. Hal itu dideklarasikan langsung oleh Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.

BACA JUGA : Korban Pesawat ATR 42-500, Satu Jenazah Lanjut Dievakuasi Hari Ini

Kronologi Kecelakaan

Sebelumnya Menteri Perhubungan (Menhub), Dudy Purwagandhi membeberkan kronologi lengkap kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) tersebut dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI, Selasa, 20 Januari 2026.

Diungkapkan, pada Sabtu, 17 Januari 2026 pukul 08.08 WIB, pesawat ATR 42-500 registrasi PK-THT yang dioperasikan PT Indonesia Air Transport berangkat dari Yogyakarta.

Pesawat tersebut dicarter oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) untuk melakukan surveillance di wilayah perairan Indonesia yang berkaitan dengan tugas dan tanggung jawab mereka.

Pesawat ini melaksanakan penerbangan menuju Makassar dengan jumlah manifest 10 orang, terdiri dari tujuh awak pesawat dan tiga penumpang dari KKP.

ATC Koreksi Arah

Pukul 12.23 WITA, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan ke landasan Pacu Runway 21, Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin.

Pada jam itu pula ATC mengidentifikasi pesawat tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. ATC pun memberikan arahan koreksi posisi kepada awak pesawat, serta menyampaikan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

“Kemudian komunikasi antara ATC dan pesawat terputus atau lost contact dan ATC segera mendeklarasikan fase darurat atau distress phase sesuai prosedur,” kata Dudy.

Selanjutnya, Airnav Indonesia dan MATSC berkoordinasi dengan Basarnas, TNI Polri, Pemerintah Daerah Provinsi dan maupun Pemerintah Daerah Kabupaten, instansi terkait untuk membentuk crisis center yang disiapkan di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar.

Kerahkan Drone

Pada Minggu, 18 Januari 2026, pukul 06.15 WITA, operasi pencarian terpadu dimulai dengan mengerahkan drone milik TNI Angkatan Udara di wilayah Gunung Bulusaraung yang terletak di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep.

Pukul 07.46 WITA, tim SAR gabungan mengidentifikasi secara visual serpihan pesawat berupa jendela sebagai penanda awal lokasi kecelakaan. Pukul 07.49 WITA, ditemukan serpihan besar yang diduga merupakan bagian badan pesawat beserta ekornya.

BACA JUGA : Barang-barang Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan

Pukul 10.05 WITA, konferensi pers dilaksanakan di bawah koordinasi Basarnas bersama unsur TNI, Polri, KNKT, Kementerian Perhubungan, Airnav, dan Operator Penerbangan.

Pukul 11.59 WITA, Pos Komando Crisis Center Basarnas menerima laporan penemuan satu jenazah berjenis kelamin laki-laki dan segera dilakukan proses evakuasi.

Pada pukul 18.30 WITA, Kementerian Perhubungan bersama Ketua Basarnas menggelar rapat koordinasi dengan sepuluh instansi terkait guna memantau pelaksanaan operasi SAR yang dipimpin Basarnas.

Pada Senin, 19 Januari 2026, seluruh pihak yang terkait dengan SAR melakukan koordinasi ulang di lokasi posko yang berada di ujung lokasi terdekat dari tempat kejadian, yaitu di Kecamatan Balocci, Kabupaten Kepulauan Pangkajene, Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Berita Lain

Pencarian para Tim SAR di gunung Bulusaraung. (Foto: Istimewa).

Barang-barang Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan

20 Januari 2026
Tim SAR saat evakuasi puing pesawat ATR 42-500. (Foto: Ist./ detikcom)

Korban Pesawat ATR 42-500, Satu Jenazah Lanjut Dievakuasi Hari Ini

19 Januari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS