Kamis, 11 Juni 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Sudono Salim yang bernama asli Liem Sioe Liong pendiri Salim Group. (Foto: Ist./ smadharmaamiluhur.sch.id).

Sosok Peramal Gunung Kawi di Balik Kesuksesan Bisnis Salim

29 Mei 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA, HMStimes – Pada sebuah penerbangan menuju Hong Kong di tahun 1975, Sudono Salim atau Liem Sioe Liong secara tidak sengaja bertemu Mochtar Riady. Pertemuan tersebut berlanjut menjadi percakapan serius tentang dunia perbankan.

Dalam perbincangan itu, Riady mengungkapkan keinginannya untuk mengembangkan sebuah bank baru. Menanggapi hal itu, Salim menyebut bahwa dirinya tengah mencari sosok yang tepat untuk mengelola tiga bank miliknya yakni Bank Windu Kencana, Bank Dewa Ruci, dan Bank Central Asia (BCA).

Ia memandang Riady sebagai figur yang memenuhi kriteria tersebut.

Alhasil, didorong oleh satu kepentingan serupa keduanya bekerja sama untuk membangun BCA.

Berita Lain

Lomba Karya Jurnalistik MHT 2026 PWI Jaya, Hadirkan Kategori Bank Jakarta

Lima ASN BPK Kena OTT KPK Terkait Dugaan Suap Bupati Muara Enim

Penjelasan Pertamina Naikkan Harga BBM Pertamax Mulai 10 Juni

OTT KPK Amankan 10 Orang, Bupati Muara Enim Diterbangkan ke Jakarta

Bank Terbesar

Di tangan Riady, BCA menjelma menjadi bank swasta terbesar di Indonesia sejak tahun 1980-an hingga sekarang. Seandainya Salim tidak menunjuk Riady, mungkin cerita bakal berbeda. Dan Salim mungkin telah memprediksi hal ini.

Sebab, penunjukan Riady oleh Salim tidak sembarangan. Ada perhitungan presisi dan khusus. Namun, bukan lewat hitungan matematis dan ekonomi, tetapi nasihat peramal.

“Sekembalinya dari Gunung Kawi [menemui peramal], dengan keyakinan dia berkata kalau “aku akan menjadi Tang Sheng untuk Mohctar”,” kata Salim dikutip dari “Liem Sioe Liong dan Salim Group: Pilar Bisnis Soeharto (2016) “karya Richard Borsuk dan Nancy Chng.

Mengutip “Gunung Kawi: Fakta dan Mitos, Gunung Kawi”, tempat itu memang dikenal sebagai tempat yang kerap didatangi orang-orang untuk tujuan mistik, termasuk meminta ramalan dari dukun. Dan Salim punya misi khusus tiap kali ke sana.

Kuil China

Dalam paparan Richard dan Nancy, Salim tercatat kerap bolak-balik Surabaya-Gunung Kawi dengan jarak tempuh tiga jam. Dia kesana bisa 3-5 kali dalam setahun untuk berdiam diri khusus di kuil China. Setiap ingin memulai bisnis besar, dia mesti ke sana untuk meminta saran peramal dan melakukan beberapa ritual.

“Di kuil-kuil tempat dia bersembahyang, Liem sering mengandalkan cara-cara gaib untuk membantunya memutuskan langkah apa yang harus diambil. Salah satu cara yang biasa dipakai adalah menggoyang-goyangkan tabung bambu berisi lidi-lidi dengan tulisan tertentu sampai sebatang lidi kelar, tulisan di lidi itu lalu dibaca dan ditafsirkan oleh rahib atau peramal,” kata Richard dan Nancy dikutip cnbcindonesia.com.

Tiap kali peramal itu berucap, Salim jelas mempercayainya. Dia tidak ingin salah langkah dan rugi besar jika tidak “nurut” sang peramal. Salim melakukan ini tidak hanya untuk memulai bisnis, tetapi juga melakukannya untuk meramal bangunan atau suatu tempat.

Salim pernah ada cerita khusus tentang ini. Pada 1968, dia bersama konglomerasi ‘Gang of Four‘ yang terdiri Sudwikatmono, Djuhar Sutanto dan Ibrahim Risjad ingin memulai bisnis.

Dia memutuskan untuk memulai kerja sama dari ruangan kecil yang sesak, alih-alih ruangan besar nan nyaman. Di ruangan itu hanya ada satu telepon, satu meja, dan dua kursi tanpa pendingin ruangan.

Salim ngotot mempertahankan ruangan itu karena sangat baik dari segi feng shui. Belakangan, kepercayaan itu terbukti. Bisnis Salim lewat ‘Gang of Four’ moncer.

Tak hanya itu, berkat kepercayaannya pada hal mistik, bisnis Salim yang lain makin menggurita hingga membuatnya kaya raya. (*)

Berita Lain

Menara BCA di Jl. Thamrin Jakarta, pusat kegiatan PT Bank Central Asia Tbk atau BCA (Ist./Dok. Emitennews).

Dividen Interim Investor BCA Dibagikan 26 Juni

6 Juni 2026
Pergerakan saham BBCA menunjukkan tren pelemahan hingga menyentuh level Rp6.000 per saham pada akhir April 2026 (Dok: HMStimes)

Saham BBCA Terjun ke Rp5.975, BCA Siapkan Buyback Rp5 Triliun

29 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS