BINTAN, HMStimes – Sebuah speedboat yang mengangkut delapan wisatawan asing tenggelam di perairan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, setelah diterjang hujan lebat saat perjalanan wisata pada, Minggu (31/5/2026) lalu. Seluruh penumpang dilaporkan selamat setelah sempat mengapung di laut dan bertahan di kawasan hutan bakau sebelum akhirnya dievakuasi.
Kapolres Bintan, AKBP Argya Satrya Bhawana menjelaskan, rombongan wisata tersebut berangkat dari Kelong Mangrove sekitar Pukul 14.00 WIB menggunakan speedboat berbahan fiber berwarna oranye dengan panjang sekitar lima meter dan lebar 1,5 meter, serta ditenagai mesin 40 PK merek Yamaha. Speedboat dikemudikan M. Azli sebagai tekong, dengan Eric Cantona sebagai pemandu wisata yang mendampingi delapan wisatawan asing tersebut.
“Sebelum keberangkatan, seluruh penumpang telah menggunakan alat keselamatan berupa jaket pelampung,” kata AKBP Argya Satrya Bhawana, Kamis (4/6/2026).
Sekitar Pukul 14.30 WIB, hujan deras mulai mengguyur perairan saat perjalanan masih berlangsung. Dalam kondisi tersebut, tekong M. Azli berupaya mengeluarkan air hujan yang masuk ke dalam lambung kapal.
Memasuki Pukul 15.00 WIB, saat upaya pengeluaran air masih dilakukan dengan peralatan seadanya, speedboat yang tengah bermanuver di tikungan kehilangan kendali dan kemudian terbalik. Dalam kondisi darurat itu, tekong sempat mencabut kunci mesin. Seluruh penumpang terjatuh dan mengapung di perairan.
“Para korban selanjutnya berusaha menyelamatkan diri dengan merapat ke area hutan bakau sambil menunggu pertolongan,” ujarnya.
Sekitar Pukul 15.30 WIB, bantuan datang dari speedboat lain yang sebelumnya juga membawa wisatawan di kawasan tersebut. Seluruh korban kemudian dievakuasi menuju Kelong Mangrove. Pada Pukul 16.00 WIB, speedboat penolong tiba di Kelong Mangrove dan sebagian korban langsung dibawa ke Poliklinik Lagoi untuk mendapatkan penanganan medis awal.
Adapun delapan wisatawan asing yang menjadi penumpang dalam insiden tersebut terdiri atas:
- S.F. (36), laki-laki, Malaysia
- Z.A. (36), perempuan, Malaysia
- S.H. (9), perempuan, Singapura
- S.A. (24), perempuan, Singapura
- S.E. (23), laki-laki, Singapura
- S.S. (27), perempuan, Singapura
- S.M. (27), laki-laki, Singapura
- S.N. (6 bulan), perempuan, Singapura
“Setelah menerima informasi, petugas langsung mendatangi lokasi kejadian di kawasan wisata Mangrove Lagoi untuk melakukan pengecekan awal di tempat kejadian perkara (TKP),” kata AKBP Argya.
Di lokasi, pihak kepolisian turut membantu proses evakuasi dan pendampingan para korban, termasuk memastikan kondisi kesehatan dengan membawa mereka ke klinik PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi.
Selain itu, Polres Bintan juga melakukan pemeriksaan awal dengan meminta keterangan dari para korban serta pihak agen perjalanan yang terkait aktivitas wisata tersebut.
“Kami juga membantu pengurusan surat kehilangan sejumlah dokumen pribadi yang hilang dalam insiden, antara lain kartu identitas, dokumen perjalanan, kartu perbankan, hingga buku nikah, yang diperlukan untuk pengurusan administrasi di negara asal korban,” tegasnya.
Pendampingan tidak berhenti di lokasi kejadian, tetapi berlanjut hingga ke tempat penginapan korban di Hotel Aston Tanjungpinang, dengan kepolisian memastikan kondisi para korban tetap dalam keadaan aman selama proses pemulihan.



