JAKARTA – Perusahaan yang dikendalikan pengusaha asal Indonesia, Sukanto Tanoto berniat menjual properti komersial di Singapura seharga Sin$118 juta (sekitar US$91,3 juta).
Pacific Eagle Real Estate, bagian dari portofolio keluarga Tanoto, membuka penawaran untuk menjual pengembangan campuran hak milik penuh di Bukit Timah, demikian menurut agen pemasaran eksklusif Cushman & Wakefield, seperti dilaporkan The Edge Singapore dilansir idnfinancials.com.
Dikutip dari Vnexpress, properti yang berlokasi di 551–553 Bukit Timah Road dan 6–8B Duke’s Road ini sudah sepenuhnya disewa, Atlas Coffeehouse, Hello Arigato, dan operator co-living The Assembly Place.
Lahan ini diperoleh pada 2021 melalui penjualan kolektif oleh Hillcrest Investments, afiliasi Pacific Eagle Real Estate, dan telah diperluas menjadi sekitar 1.712 meter persegi dengan pembelian lahan negara yang berdekatan.
Zonasi Komersial
Zonasi lahan ini untuk komersial dan residensial.
Hillcrest Investments telah mendapat persetujuan dari Urban Redevelopment Authority untuk pembangunan lima lantai campuran: dua lantai komersial dengan mezzanine dan tiga lantai residensial dengan loteng.
Persetujuan diberikan November 2023 dan berlaku hingga 2027.
Pengembangan yang diusulkan mencakup enam unit strata komersial untuk food & beverage, serta unit residensial di lantai atas.
“Seiring pencapaian tonggak nilai penting sejak 2021, ini waktu yang tepat untuk mengevaluasi opsi aset ini,” kata Juru Bicara Pacific Eagle Real Estate kepada The Business Times.
Shaun Poh, Direktur Eksekutif Pasar Modal di Cushman & Wakefield, menyebut properti strata bebas baru ini memberi pembeli kesempatan unik, untuk hadir di area yang sangat diminati, sekaligus berpotensi menjadi aset penghasil pendapatan atau lahan investasi masa depan.
Diinformasikan, Sukanto Tanoto memiliki Royal Golden Eagle yang berpusat di Singapura, bergerak di bidang usaha pulp & paper, viscose fiber, minyak sawit, dan energi di Indonesia, China, Brasil, Kanada, Spanyol, dan Malaysia. Kekayaan bersih salah seorang miliarder Indonesia ini menurut Forbes US$4,2 miliar. (*)



