JAKARTA – Satu buku lagi tentang pramuka diterbitkan. Berbeda dengan lainnya, yang lebih banyak membahas sejarah atau teknik kepramukaan, buku ini memuat panduan untuk mengoleksi berbagai memorabilia kepramukaan.
Buku karya Berthold DH Sinaulan itu berjudul: Cari, Kumpulkan, dan Lestarikan, baru saja diterbitkan di Jakarta.
Kak Be sapaan akrab Berthold DH Sinaulan melalui siaran pers menyatakan, buku karyanya diterbitkan Perkumpulan Kolektor Memorabilia Kepanduan Indonesia, yang dalam Bahasa Inggris dinamakan Indonesia Scout Collectors Society (ISCS). Suatu wadah perkumpulan komunitas para kolektor memorabilia kepanduan di Indonesia yang didirikan di Jakarta pada 20 Mei 2024.
Buku dengan ISBN 978-634-04-6371-2 tersebut, berisikan panduan untuk mengoleksi berbagai memorabilia atau benda kenangan yang terkait dengan gerakan pendidikan kepanduan, yang di Indonesia sekarang bernama Gerakan Pramuka.
Dicetak full colour (seluruh halaman berwarna), buku setebal 63 halaman isi dengan sembilan halaman pendahuluan, merupakan karya Berthold yang kesekian untuk buku-buku dengan tema kepanduan atau kepramukaan.
Penulis buku yang pernah berprofesi sebagai wartawan koran nasional menyatakan, sejak dimulainya gerakan kepanduan di dunia pada 1907 dan masuk ke Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia-Belanda pada 1912, organisasi pendidikan nonformal itu telah berkembang dengan pesat.
“Saat ini tercatat sekitar 25 juta anggota Gerakan Pramuka atau 40 persen lebih dari jumlah keseluruhan pandu di dunia yang mencapai angka 60 juta orang,” katanya.
Jejak Sejarah
Dikatakan, tentu saja, gerakan yang telah berusia lebih dari seratus tahun itu, telah meninggalkan jejak sejarah yang cukup panjang. Termasuk keberadaan berbagai pernak-perniknya, mulai dari seragam dan tanda-tandanya, kartu anggota, sertifikat, pin (lambang dari logam atau plastik), badge (lambang dari kain), buku, majalah, sampai beragam koleksi benda filateli (prangko dan benda pos lainnya), numismatik (mata uang dan medali), dan bahkan kartu-kartu telepon yang desain gambarnya bertema kepanduan.
Buku ini menjelaskan secara cukup rinci mengenai aktivitas mengoleksi memorabilia kepanduan yang saat ini jumlah kolektornya jutaan di seluruh dunia. Hampir bisa dipastikan, setiap pandu atau mereka yang pernah mengikuti gerakan kepanduan, senang mengoleksi berbagai pernak-pernik kepanduan yang ada.
Inilah buku pertama di Indonesia yang secara jelas mengungkapkan mengenai hobi mengoleksi benda memorabilia kepanduan. Koleksi yang bukan sekadar sebagai benda kenangan belaka, tetapi juga sebagai bukti sejarah panjang gerakan pendidikan tersebut, yang tentunya patut dilestarikan. Oleh sebsb itu buku ini sangat layak dijadikan koleksi benda memorabilia kepanduan. (*)



