KARIMUN, HMStimes – Upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut di wilayah perbatasan Kepulauan Riau kembali terungkap. Tim gabungan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) IV dan Pangkalan TNI AL Tanjung Balai Karimun menggagalkan pengiriman narkotika dari Malaysia dan menyita lebih dari satu kilogram sabu serta ratusan butir pil ekstasi di perairan Kabupaten Karimun.
Pengungkapan dilakukan di Perairan Timur Laut Pulau Takong Iyu setelah aparat menerima informasi masyarakat mengenai dugaan peredaran narkotika yang masuk dari wilayah Tanjung Piai, Johor, Malaysia menuju perairan Indonesia. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti melalui operasi pengintaian dan penyekatan laut.
Kepala Dinas Penerangan Komando Daerah Angkatan Laut IV, Ign. M. Pundjung mengatakan, tim yang terdiri dari Quick Response Region Naval Command IV dan personel satuan tugas melakukan pemantauan di sekitar Pulau Takong Iyu Kecil.
Sekitar Pukul 11.30 WIB, petugas mendeteksi sebuah speedboat fiber bermesin 40 PK melaju dari arah Malaysia menuju wilayah perairan Indonesia. Kapal tersebut kemudian dihentikan untuk dilakukan pemeriksaan.
“Petugas melakukan pengejaran dan pemeriksaan terhadap speedboat yang dicurigai membawa barang ilegal,” kata Pundjung, Kamis (11/6/2026).
Saat pemeriksaan berlangsung, pengemudi kapal berinisial AK (67), warga Karimun, dinilai menunjukkan perilaku mencurigakan. Petugas kemudian membawa kapal beserta pengemudinya ke Pos Angkatan Laut Takong Iyu untuk pemeriksaan lanjutan.
Dari hasil penggeledahan, aparat menemukan narkotika jenis sabu dengan berat 1.084 gram yang disembunyikan di dalam sekat termos es berwarna biru. Selain itu, ditemukan 582 butir pil ekstasi merek Hellcat yang dikemas menggunakan plastik bening.
Selain barang bukti narkotika, petugas turut mengamankan dua unit telepon genggam, identitas diri, uang tunai, serta speedboat yang digunakan dalam pengangkutan.
Untuk memastikan jenis barang yang diamankan, pengujian dilakukan bersama tim dari Bea dan Cukai serta Satuan Reserse Narkoba Polres Karimun. Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh sampel positif mengandung narkotika jenis sabu dan ekstasi.
“Pengungkapan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengawasan terhadap jalur laut yang selama ini masih menjadi salah satu titik rawan masuknya barang ilegal dari luar negeri,” tutupnya.
Sementara itu, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut IV, Berkat Widjanarko menegaskan, patroli dan pengawasan di wilayah perbatasan akan terus diperkuat untuk menekan kejahatan lintas negara, terutama penyelundupan narkotika.
Saat ini, tersangka beserta seluruh barang bukti masih diamankan untuk kepentingan penyidikan sebelum proses hukum dilanjutkan oleh aparat berwenang.



