BATAM, HMStimes – TNI Angkatan Laut meningkatkan kesiapsiagaan tempur di jalur pelayaran strategis Selat Singapura melalui latihan terpadu yang melibatkan unsur laut dan udara. Kegiatan ini menjadi bagian dari patroli terkoordinasi Indonesia-Singapura (Indosin-26) di salah satu perairan tersibuk di dunia.
Dua kapal perang, KRI Surik-645 dan KRI Parang-647, dikerahkan dalam latihan yang menitikberatkan pada kemampuan menghadapi berbagai potensi ancaman di laut. Selain itu, pesawat patroli maritim P-8203 turut dilibatkan untuk memperkuat pengawasan dari udara.
Kepala Dinas Penerangan Komando Armada (Koarmada) I, Kolonel Laut (P) Ary Mahayasa mengatakan, latihan tersebut dirancang untuk menguji kesiapan operasional prajurit, terutama dalam menghadapi skenario ancaman kompleks di wilayah perbatasan.
“Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan unsur dalam menjalankan operasi secara aman, terkoordinasi, dan responsif terhadap berbagai potensi ancaman,” kata Kolonel Laut (P) Ary, Sabtu (11/4/2026).
Dalam latihan tersebut, prajurit TNI AL mengasah kemampuan melintasi area berisiko tinggi seperti medan ranjau laut melalui skenario minefield transit. Ketepatan navigasi dan koordinasi antarkapal menjadi faktor krusial dalam menjalankan misi tersebut.
Selain itu, latihan juga mencakup simulasi penanganan ancaman permukaan, termasuk prosedur pelaporan saat terjadi situasi darurat di laut. Aspek komunikasi menjadi perhatian utama, dengan penekanan pada kecepatan dan akurasi pertukaran informasi antarsatuan.
Ary menambahkan, latihan manuver taktis dalam formasi turut dilakukan untuk memperkuat kerja sama antarkapal. Penggunaan isyarat bendera hingga pemahaman publikasi taktis juga menjadi bagian dari penguatan kemampuan operasional prajurit.
Seluruh rangkaian latihan ditutup dengan sesi farewell pass sebagai bentuk penghormatan antarsatuan yang terlibat. Kegiatan ini berlangsung aman dan lancar.
Dankoarmada I, Laksamana Pertama Nurlan menegaskan, evaluasi pasca-latihan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur tetap berada dalam kondisi siap tempur.
“Evaluasi dilakukan secara konsisten agar setiap unit mampu mempertahankan performa optimal dalam mendukung operasi di wilayah strategis,” ujarnya.
Melalui latihan terpadu ini, TNI AL berupaya memperkuat kehadiran dan kesiapan di Selat Singapura, seiring meningkatnya dinamika keamanan dan intensitas lalu lintas pelayaran di kawasan tersebut.



