Rabu, 21 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak. (Foto: Ist./ onnews.id).

Tokoh Adat Aceh Nilai Klaim Pemulihan BNPB Tak Sesuai Fakta

6 Januari 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Klaim pemulihan ekonomi Aceh pascabencana banjir dan tanah longsor kembali menuai polemik. Pernyataan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menyebut aktivitas ekonomi di sejumlah daerah mulai membaik, dinilai tidak sejalan dengan realitas yang dihadapi masyarakat di lapangan.

Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam Mubarak, secara tegas membantah pernyataan tersebut. Ia menilai narasi pemulihan yang disampaikan BNPB terlalu optimistik dan berisiko menutup fakta masih beratnya beban hidup warga terdampak bencana di Aceh.

“Kalau hanya melihat pasar yang kembali buka, itu tidak bisa serta-merta disebut pemulihan ekonomi,” ujar Zam Zam di Aceh Tengah, Senin, 5 Januari 2026 dikutip onnews.id.

Menurutnya, banyak warga, terutama petani, pedagang kecil dan pelaku usaha mikro, belum mampu bangkit karena daya beli melemah dan mata pencaharian belum sepenuhnya pulih.

Berita Lain

Bina Kemampuan, TNI AL Kodaeral IV Gelar Latihan Menembak

Prioritaskan Kebutuhan, Fraksi PDIP Rotasi 15 Anggotanya di Parlemen Senayan

Jelang Imlek 2026, Pemprov DKI Akan Gelar Jakarta Light Festival di Bundaran HI

Barang-barang Korban Jatuhnya Pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung Ditemukan

Zam Zam juga menyoroti pernyataan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi BNPB, Abdul Muhari, yang sebelumnya menyebut pasar tradisional di sejumlah wilayah seperti Aceh Tamiang, Pidie Jaya, dan Meureudu mulai kembali beroperasi sebagai indikator bergeraknya roda ekonomi.

“Pasar memang buka, tapi siapa yang belanja? Banyak warga kehilangan penghasilan, distribusi barang belum normal, dan utang bertambah. Ini realitas yang tidak muncul dalam laporan resmi,” katanya.

Dampak Serius

Diingatkan, klaim pemulihan yang disampaikan ke publik dan pemerintah pusat berpotensi berdampak serius. Jika Aceh dianggap sudah pulih, bantuan lanjutan bisa dikurangi atau dihentikan, sementara warga korban bencana masih sangat bergantung pada dukungan negara.

Kritik Ketua Umum Pasak Opat Nenggeri Linge, Zam Zam juga tidak berhenti pada narasi. Ia bahkan mendesak presiden untuk mengevaluasi kinerja pimpinan BNPB.

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak cukup berbasis data administratif, tetapi harus berpijak pada kondisi sosial-ekonomi warga terdampak.

“Penanganan bencana tidak boleh dibangun di atas laporan yang tidak sensitif terhadap penderitaan masyarakat. Negara harus hadir, bukan sekadar menyampaikan optimisme,” ujarnya.

Sebelumnya, BNPB menyampaikan bahwa aktivitas ekonomi di beberapa wilayah Aceh menunjukkan tanda-tanda pemulihan pascabencana hidrometeorologi akhir November 2025. Namun bagi masyarakat adat Pasak Opat Nenggeri Linge, klaim tersebut masih jauh dari gambaran pemulihan yang sesungguhnya, karena bagi banyak warga, krisis belum benar-benar berakhir. (*)

Berita Lain

Kapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), AKBP Yon Edi Winara melihat Posko TRAMP di Batang Toru. (Foto: Ist./Dok.pribadi).

Kapolres Tapsel Mengecek Kesiapan Batang Toru Jelang Peninjauan Kapolri

30 Desember 2025
Dokter Spesialis Ortopedi Rumah Sakit BP Batam (RSBP Batam), dr Adi Surya Dharma, Sp.OT, (Foto: humas BP).

Relawan Medis RSBP Batam Diterjunkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar

19 Desember 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS