JAKARTA – Ribuan umat memadati gereja pada Sabtu, 4 April 2026 malam, larut dalam doa, mengikuti Misa Vigili Paskah.
Perayaan Misa Malam Paskah pertama di Gereja Katedral Jakarta dimulai pukul 17.00 WIB dipimpin Romo Macarius Maharsono Probho, berlanjut pada misa kedua pukul 21.00 WIB dipimpin Romo Yohanes Deodatus bersama Romo Adrianus Suyadi dan Romo Vincentius Doni.
Ritus cahaya menjadi awal sarat makna. Lilin Paskah diberkati, ditorehkan tanda-tanda suci, lalu didupai sebagai lambang Kristus yang hidup dan berkuasa. Saat lilin utama diarak menuju altar, suasana tampak khidmat. Setiap langkah seolah mengajak umat merenungi perjalanan hidup, bahwa Tuhan selalu menuntun dari gelap menuju terang, dilansir askara.co.
Dari satu nyala kecil, api kasih itu dibagikan dari lilin ke lilin. Dalam sekejap, seluruh gereja dipenuhi cahaya hangat yang berpendar lembut.
Buka Hati
Dalam homilinya, Romo Vincentius Doni mengajak umat tidak hanya mengenang kebangkitan Kristus, tetapi sungguh membuka hati agar terang-Nya hidup dalam keseharian.
“Terang kebangkitan bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi, menjadi harapan di tengah luka, menjadi kekuatan di tengah kerapuhan,” demikian pesannya yang mengalir lembut.
Sekitar 5.000 kursi disiapkan untuk umat yang mengikuti rangkaian Tri Hari Suci tahun ini. Antusiasme yang membludak seolah ungkapan kerinduan akan kehadiran Tuhan yang menguatkan.
Vigili Paskah malam itu bukan hanya perayaan liturgi. Ia menjadi pengalaman batin yang menghidupkan kembali iman, bahwa dalam setiap kegelapan hidup, selalu ada terang yang menanti untuk dinyalakan. Dan dalam setiap penderitaan, selalu ada janji kebangkitan yang setia menunggu untuk digenapi. (*)



