BATAM – Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mendesak aparat kepolisian mengusut tuntas pelaku serta pihak yang diduga menjadi dalang di balik penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.
Desakan tersebut disampaikan Ketua Umum YLBHI, Muhammad Isnur, dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Menurut Isnur, serangan terhadap Andrie harus diungkap secara menyeluruh, termasuk pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut.
Isnur menyebut Andrie merupakan aktivis pembela hak asasi manusia yang telah lama terlibat dalam berbagai advokasi kasus pelanggaran HAM di Indonesia. Selama lebih dari satu dekade, Andrie aktif bersama KontraS dalam mengangkat sejumlah isu yang berkaitan dengan perlindungan hak-hak sipil.
“Andrie adalah aktivis dan pejuang pembela hak asasi manusia sudah 10 tahun. Dia konsisten untuk berbicara di garis depan bersama KontraS,” kata Isnur.
Menurut dia, Andrie kerap menyuarakan berbagai persoalan sensitif, antara lain dugaan kekerasan oleh aparat, remiliterisasi ruang sipil, hingga sejumlah kasus pelanggaran HAM di berbagai daerah.
Karena itu, Isnur menilai serangan tersebut tidak hanya ditujukan kepada individu, melainkan juga menjadi bentuk intimidasi terhadap masyarakat sipil yang selama ini memperjuangkan keadilan.
“Serangan terhadap Andrie adalah serangan terhadap kita semua, serangan terhadap masyarakat sipil, serangan terhadap kemanusiaan, serangan terhadap keadilan,” ujarnya.
YLBHI pun meminta kepolisian segera mengungkap pelaku serta pihak yang diduga berada di balik aksi penyiraman tersebut. Isnur menilai aparat penegak hukum seharusnya tidak mengalami kesulitan untuk mengungkap kasus itu, karena sejumlah bukti dinilai telah tersedia.
“Seharusnya secara teknis tidak ada hambatan bagi aparat untuk mengungkap siapa pelakunya dan siapa otak di belakang pelakunya,” kata dia.
Ia juga mendesak pimpinan kepolisian untuk mengerahkan seluruh kemampuan penyelidikan guna mengungkap kasus tersebut.
“Maka kita menantang dan mendesak Kapolri, Kapolda, dan seluruh jajaran kepolisian menggunakan seluruh kemampuan reserse untuk mengungkap ini,” tegasnya.



