3 Tersangka Jalani Pemeriksaan, Kejagung Kumpulkan Bukti Importasi Tekstil

3 Tersangka Jalani Pemeriksaan, Kejagung Kumpulkan Bukti Importasi Tekstil
Kejagung RI melakukan pemeriksaan terhadap lima pejabat Bea Cukai Batam. (Foto: Istimewa)
Mari Berbagi


HMSTimes.com, Batam – Tim jaksa penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), melaksanakan pemeriksaan terhadap 3 tersangka kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil pada Direktorat Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai tahun 2018-2020, Senin, 29 Juni 2020.

Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkati importasi tekstil yang dijalankan para tersangka.

Tiga tersangka yang menjalankan pemeriksaan tersebut yakni Haryono Adi Wibowo, Kepala Seksi Pelayanan Pabean dan Cukai (PPC) I KPU Bea dan Cukai Batam; Kamariddin Siregar, Kepala Seksi PPC II KPU Bea dan Cukai Batam dan Dedi Aldrian, Kepala Seksi PPC II KPU Bea dan Cukai Batam.

“Mereka diperiksa bersamaan sekaligus untuk menggali informasi seputar proses impor barang dari luar negeri khususnya tekstil,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung, Hari Setiyono, Senin malam.

Hari mengatakan, dalam pemeriksaan tersebut, para penyidik menyelidiki alur proses impor tekstil yang melibatkan para tersangka. Kepada masing-masing tersangka diajukan berbagai pertanyaan seputar jenis tekstil yang diimpor, syarat dan prosedur impor, ketentuan dan mekanisme yang berlaku, serta bagaimana proses yang dilakukan para tersangka bersama pengusaha atau importir tekstil tersebut. “Penyidik ingin mengumpulkan bukti-bukti ini,” kata Hari lagi.

Pemeriksaan para tersangka, lanjut Hari, dilakukan dengan memperhatikan protokol kesehatan terkait pencegahan penularan cobid-19. Dalam pelaksanaannya, diterapkan prosedur jaga jarak, aman antara saksi dengan penyidik, para saksi wajib menggunakan masker dan selalu mencuci tangan menggunakan hand sanitizer sebelum dan sesudaj pemeriksaan.

“Bahkan saat melakukan pemeriksaan, penyidik menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap,” tutup Hari. Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan 4 pejabat Bea Cukai Batam sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi penyalahgunaan kewenangan dalam importasi tekstil di Dirjen Bea Cukai.

BACA JUGA:  PT KAP Tidak Konsisten, Buruh Akan Gelar Aksi Damai Besar-besaran di Kantor Bupati

Selain 4 pejabat Bea Cukai Batam tersebut, penyidik juga menetapkan Irianto, pemilik PT. Fleming Indo Batam dan PT. Peter Garmindo Prima sebagai tersangka. Keempat pejabat Bea Cukai Batam tersebut yakni Mukhamad Muklas, Kabid Pelayanan Fasilitas Kepabeanan dan Cukai (PFPC) pada Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam; Dedi Aldrian, Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) III pada KPU Bea dan Cukai Batam; Hariyono Adi Wibowo, Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) I pada KPU Bea dan Cukai Batam dan Kamaruddin Siregar, Kepala Seksi Pabean dan Cukai (PPC) II pada KPU Bea dan Cukai Batam.

Para pejabat di lingkungan Bea Cukai Batam dan importir ditetapkan sebagai tersangka setelah dilakukannya gelar perkara yang dihadiri oleh Jaksa Agung Burhanuddin bersama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus dan Direktur Penyidikan serta tim penyidik.

(ayn)

Berita Terkait:

BACA JUGA:  Peringati Hari Buruh, Wakil Ketua DPC SBPP, M Efendi; Disnaker Ketapang Harus Berikan Pelayanan Yang Baik


Mari Berbagi
Redaksi HMS Times

Redaksi HMS Times

Email Redaksi: hmstimes2020@gmail.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WP Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com