Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Tumpahan minyak hitam atau sludge oil di perairan Pulau Labu dan Pulau Air, Kelurahan Batu Lengong, Kecamatan Bulang, Kota Batam. (Foto: Arsip pribadi Ahmad)

Polisi Periksa 5 Saksi terkait Limbah di Pulau Air dan Pulau Labu

5 Februari 2021

Batam, 311 kata

hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepulauan Riau, memeriksa lima orang saksi terkait tumpahan minyak hitam atau sludge oil yang berasal dari kapal ARK Prestige di perairan Pulau Labu dan Pulau Air, Kelurahan Batu Lengong, Kecamatan Bulang, Kota Batam.

Kepala Sub Direktorat IV Ditreskrimsus Polda Kepri, AKBP Tony Pantano, lima orang yang diperiksa adalah masyarakat, selanjutnya pemeriksaan juga akan mengarah kepada manajemen pemilik atau agen kapal. “Kalau dari masyarakatnya, lima itu,” katanya kepada HMS, 4 Februari 2021.

Kasus pencemaran lingkungan ini masih didalami oleh pihkanya. Apabila dalam pendalaman ada kendala pihaknya juga akan bekerja sama dengan Kepolisian Air dan Udara. “Sementara kita dulu, nanti kalau ada terkait perairan sama Polair,” katanya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Penegakan Hukum Direktorat Kepolisian Air dan Udara Polda Kepri, AKBP Nulhakim mengatakan, pihaknya juga sudah sempat turun ke lokasi pencemaran. Namun demikian, pemeriksaan lanjutan memang ditangani langsung oleh Ditreskrimsus Polda Kepri, berdasarkan laporan dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Batam.

Berita Lain

Ketua DPRD Batam Kamaluddin Minta Maaf atas Molornya Jadwal Paripurna, Segera Perbaiki Koordinasi

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

“Pemeriksaannya yang mulai Krimsus [Kriminal Khusus Polda Kepri]. Kemarinkan DLH sudah laporan di Krimsus,” katanya kepada HMS.

Sebagai informasi, tumpahan minyak yang berasal dari Kapal ARK Prestige yang bersandar di dek milik PT Marcopolo Shipyard, Dapur 12, Sagulung, pertama kali diketahui warga pada Jumat, 25 Januari 2021. Akibat kejadian itu, perairan sekitar tidak hanya tercemar, beberapa anak-anak bahkan mual dan muntah lantaran menghirup aroma yang juga berasal dari tumpahan minyak.

Perwakilan warga Pulau Labu dan Pulau Air, Ahmad (49) mengatakan, tumpahan minyak itu terjadi sekira pukul 7.00 dan perlahan menyebar ke seluruh perairan Pulau Labu. Hal yang pertama pihaknya lakukan adalah mengevakuasi warga dan anak-anak. Setelah menghubungi staf kelurahan dan Bhabinkantibmas, pihaknya pun langsung menyisir perairan untuk mengetahui sumber tumpahan tersebut.

Perihal ini warga juga telah mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam untuk mengeluhkan hal itu. Di sana, Ahmad dan beberapa warga lainnya pun disarankan untuk mengadukan persoalan itu ke DPRD Batam agar dapat dipertemukan dengan pihak agen kapal dan PT Marcopolo Shipyard.

Berita Lain

Pegawai Pemerintah Malaysia Diperas di Batam, Dua Pelaku Ditangkap Polisi

6 Juli 2026

Trafo Kelebihan Beban, PLN Batam Bangun Gardu Baru di Senjulung

6 Juli 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS