Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. (Foto: Antara/Nova Wahyudi)

Pemerintah Mampu Bongkar Jaringan Teroris

2 April 2021

Nasional, 450 kata

H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyebut tak ada tempat bagi pihak yang terlibat terorisme di Indonesia untuk bersembunyi. Pemerintah punya kemampuan untuk membongkar jaringan ini hingga ke akar-akarnya, termasuk melalui pendekatan keras.

“Pemerintah telah memiliki perangkat hukum dan strategi yang lengkap untuk membongkar sel teror hingga ke akar-akarnya, termasuk melalui pendekatan hard approach,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 1 April 2021, seperti dikutip dari CNN Indonesia.

“Jadi, tidak ada tempat untuk bersembunyi bagi seluruh pihak yang terlibat dalam aksi terorisme di Indonesia. Seluruhnya akan dibongkar. Upaya penegakan hukum akan dilaksanakan dengan tegas, adil, dan seefektif mungkin,”  katanya.

Sebagaimana ditegaskan Presiden Joko Widodo, lanjut Moeldoko, tidak ada tempat bagi terorisme di tanah air. Presiden juga telah memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan untuk saling berkoordinasi dan meningkatkan kewaspadaan.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

“Hal demikian dilakukan untuk menjamin bahwa negara hadir untuk memastikan keamanan seluruh rakyat Indonesia dari rasa takut,” ungkap dia.

Moeldoko juga meminta masyarakat tetap tenang menyikapi insiden teror sekaligus aktif melapor ke polisi bila memiliki informasi mengenai aktivitas yang mengarah ke radikalisme dan terorisme.

“Terakhir, ancaman terorisme adalah nyata, dekat, dan berbahaya, sehingga dihimbau untuk menghentikan opini-opini konspirasi yang tidak berdasar, tidak bertanggung jawab, dan justru memperkeruh situasi,” ujar eks Panglima TNI itu.

Rentetan aksi teror kembali menyerang Indonesia beberapa hari terakhir. Pertama, aksi bom bunuh diri di depan Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu, 28 Maret 2021.

Belum sepekan berlalu, aksi teror kembali terjadi di Mabes Polri, Rabu, 31 Maret 2021, saat seorang terduga pelaku teror menerobos Mabes Polri.

Jangan Anggap Remeh

Ketua Umum PPK Kosgoro 57, Dave Akbarshah Fikarno, berpandangan, aksi terorisme beberapa hari ini tak bisa dianggap remeh. “Tragedi ini menunjukkan permasalahan yang sangat tidak sederhana,” ujarnya dalam keterangan kepada media Kamis, 1 April 2021.

Menurut anggota Komisi I DPR ini, dilihat dari usia pelaku dan sikapnya yang mempersoalkan ideologi bangsa Indonesia, menjadi bukti terorisme punya doktrin yang terstruktur.

“Memang penegakan hukum perlu dilakukan dengan sangat tegas tetapi penangkapan dengan pressure tidak akan menghentikan, hanya bisa menurunkan aksi teror yang sudah ada sekarang, ini persoalannya harus dicari tahu dari akar permasalahannya sendiri,” katanya.

Ia sepakat aksi teror tidak berkaitan dengan agama manapun. Namun ada pergeseran tren pelaku teror.

“Kalau dulu pelaku teror itu kan dari keluarga yang bermasalah. Sekarang ini terbukti tidak hanya dari golongan orang yang hidupnya itu tidak memiliki masa depan, ternyata ini juga banyak dari anak muda yang ternyata masih memiliki masa depan dan harapan yang indah, tetapi terjerumus dengan ideologi teroris ini,” kata pria yang biasa disapa Dave Laksono itu.

Politisi Partai Golkar ini minta pencegahan diperkuat dan diutamakan dalam penanggulangan terorisme. Ia menyarankan program deradikalisasi terus dievaluasi sesuai tantangan di lapangan. “Ya memang pendekatan deradikalisasi itu masih membutuhkan formulasi yang lebih tepat, masif, dan efektif,” katanya.

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS