Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Antara)

Kecepatan Penularan Corona Baru, dari 50 jadi 2.500 Kasus

19 Mei 2021

Nasional, 313 kata

H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Adanya mutasi virus Corona baru, ditengarai penularannya sangat cepat. Di Indonesia, sudah masuk tiga jenis dari empat virus baru tersebut.

Oleh sebab itu, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, terus mengingatkan masyarakat, bahwa virus corona baru bisa menular begitu pesat.

Dinyatakan, satu orang yang tertular Covid-19 akan menjadi ribuan orang positif dalam waktu singkat, kalau kita lengah dalam menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“India naik, Thailand naik, Singapura naik, Eropa naik karena ada mutasi baru. Mutasi baru dari empat yang bahaya, tiga ada di Indonesia. Dan dari yang masuk Indonesia, 26 sudah teridentifikasi di Jabar ada dua di daerah Karawang,” kata Budi dalam siaran pers virtual di YouTube Kemenkes, Selasa, 18 Mei 2021.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Beberapa varian yang masuk prioritas pemerintah adalah varian Inggris B117, varian India B1617, dan varian Afrika Selatan B1531. “Itu dari Middle East, pekerja migran Indonesia. Kalau virus sekarang naik dari satu jadi empat, naik jadi 16. Yang baru, dari satu naik jadi 50, 50 naik jadi 2.500. Kecepatan penularannya tinggi sekali,” kata mantan Direktur Utama PT Indonesia Asahan Alumunium (Inalum) itu.

Menkes menjelaskan, karena hal ini, ia selalu meminta masyarakat tetap disiplin menjaga prokes, dan mempercepat vaksinasi nasional, khususnya bagi lansia. Apalagi saat Lebaran di masa pandemi ini, terbukti masih banyak warga yang ngotot mudik dan berpotensi membahayakan orang tua.

“Beberapa provinsi seperti Jakarta vaksinasinya 60 persen. Saya sengaja kencangkan di Jakarta karena takut habis pulang mudik yang risiko bukan anaknya, tetapi orang tua yang didatangi,” katanya.

“Oleh sebab itu, harus divaksin. Sementara di Yogja 30 persen, Bali 20 persen, Jabar baru delapan persen. Banyak sekali lansia di Jabar yang belum divaksin dan ini cukup berisiko,” katanya.

Budi menekankan tak ada yang lebih manjur dari disiplin prokes yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak untuk mencegah penularan Covid-19, termasuk varian baru corona. Tentu semakin ampuh kalau dibarengi peningkatkan testing dan tracing dari pemerintah.

“Pakai masker, ini bisa menahan laju penularan mutasi baru. Dinkes harus lakukan testing dan tracing diperbanyak,” katanya.

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS