Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ilustrasi foto. (Sumber: Unsplash)

Data Pribadi Warga yang Bocor Identik dengan Kode di BPJS

22 Mei 2021

Nasional, 281 kata

H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) memastikan, data pribadi penduduk (warga) Negara Indonesia yang bocor di forum hacker, berasal dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Kepastian sumber kebocoran data itu didasari, kode-kode yang ada dalam sistem pendataan BPJS Kesehatan. Di antaranya nomor kartu (noka), kode kantor, data keluarga/data tanggungan, serta status pembayaran, semuanya identik dengan data BPJS Kesehatan.

Data pribadi yang bocor itu muncul dalam format tabel Excel dan dijual di sebuah forum daring, Raid Forums. Pihak penjual data itu adalah sebuah akun bernama Kotz. Kotz adalah reseller data pribadi itu.

Artinya, ada transaksi untuk data pribadi setelah sebelumnya membeli dari pihak tertentu. Kotz mengklaim memiliki salinan data hingga 279 juta identitas penduduk Indonesia. Namun data yang ditunjukkan hanya berkisar di angka seratus ribu.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, mengatakan, saat ini pihaknya telah mengajukan pemutusan akses terhadap tautan unduhan di laman mega.nz, anonfiles.com, serta bayfiles.com.

Sebelumnya, instansi pemerintahan lain, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) juga pernah kebobolan. Kala itu data pemilih tahun 2014 bocor dan diperjualbelikan.

Selain lembaga negara, kasus kebocoran data juga terjadi pada pengguna Tokopedia dan Bukalapak, dua marketplace terbesar di Indonesia.

Apa risiko dari kebocoran data pribadi?

Chairman CISReC, Pratama Persada, mengatakan, kebocoran data bisa diartikan sebagai tindakan pencurian. Bahkan bisa lebih berbahaya lagi, mengingat data tersebut bisa disalahgunakan untuk kejahatan lain.

“Prinsipnya adalah data pribadi ini bisa menjadi incaran banyak orang. Sangat berbahaya bila benar data ini bocor,” katanya kepada pers Jumat, 21 Mei 2021.

Pratama mengatakan telah memeriksa langsung sebagian dari 279 juta data penduduk yang diperjualbelikan Raid Forums. Menurutnya, data tersebut valid dan berisiko digunakan sebagai bahan baku kejahatan digital, terutama perbankan.

“Dari data ini bisa digunakan pelaku kejahatan untuk membuat KTP palsu dan kemudian menjebol rekening korban,” katanya.

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS