Sabtu, 24 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua DPD RI, La Nyalla Mattalitti (baju putih), bersama sejumlah senator, dan Wagub Kalimantan Utara, Yansen Tipa Padan (dua dari kanan), saat mengunjungi Kantor Redaksi Tribun Kaltara di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Rabu, 26 Mei 2021. Foto: Istimewa.

DPD RI Dukung Pembangunan Pos Penjagaan di Perbatasan Nunukan

27 Mei 2021

Nasional, 324 kata

Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) mendukung pembangunan pos-pos penjagaan di daerah perbatasan, seperti di Sei Ular, Kabupaten Nunukan, dan Kalimantan Utara.

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, menyatakan, pos pantau atau penjagaan sangat mendesak karena bisa memberikan jaminan keamanan bagi warga. “Pos-pos penjagaan di sekitar daerah perbatasan perlu menjadi konsentrasi pemerintah. Agar warga Nunukan tidak menjadi korban penangkapan aparat Malaysia dengan tuduhan melintas batas negara,” katanya saat mengunjungi Kantor DPD RI di Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) yang berada di Kota Tarakan, Rabu, 26 Mei 2021 dan diteruskan dalam siaran pers kepada media di Jakarta.

Disebutkan, namun pemerintah tidak cukup hanya membangun pos-pos penjagaan atau pos pantau di Sei Ular saja. Perlu dipersiapkan juga personel dengan jumlah yang memadai. “Untuk permintaan personel, Pemprov perlu berkoordinasi dengan Mabes TNI atau Kemenhan. Ini berkaitan dengan penempatan Pamtas, jadi perlu meminta ke tingkat yang lebih tinggi,” kata mantan Ketua Umum PSSI itu.

LaNyalla juga meminta Pemprov, Pemkab, dan Pemkot senantiasa memberikan sosialisasi kepada masyarakat, agar terhindar dari permasalahan hukum akibat melintasi wilayah negara lain.

Berita Lain

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Kapal Induk AS Tinggalkan Thailand Usai Singgah Lima Hari

Tak boleh diabaikan juga, Pemprov memberikan advokasi atau pendampingan hukum bagi masyarakat yang terlanjur terkena kasus lintas batas.

Wilayah perairan Sei Ular diketahui terbelah dua. Bagian sungai yang lebih dalam merupakan wilayah Malaysia. Di wilayah perairan tersebut, sering terjadi penangkapan warga Nunukan oleh polisi Malaysia dengan tuduhan melintas batas negara.

Akibat seringnya kasus tersebut, Pemkab Nunukan berinisiatif membangun pos jaga di pinggir sungai tidak jauh dari lokasi rawan itu. “Untuk meminimalisir kasus lintas batas, kita apresiasi inisiatif Pemprov tersebut. Memang tidak bisa menunggu bantuan pusat karena akan cukup lama, bisa dua atau bahkan tiga tahun. Tapi kita akan dorong semoga pembangunan pos penjagaan permanen bisa disegerakan oleh pemerintah pusat,” katanya.

Apalagi pos penjagaan tersebut penting bagi masyarakat yang punya kebutuhan mendesak. “Misalnya ketika ada warga sakit yang harus secepatnya dibawa berobat ke rumah sakit, atau hal urgent lain yang harus menunggu pelayanan dan pengawalan aparat,” kata Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti.

Berita Lain

Sumber Gambar ilustras oleh Rudi Simanjuntaki Rudi

Ekspor Listrik Hijau ke Singapura: Langkah Awal Menuju ASEAN Power Grid

11 Juli 2026
Jaksa Agung RI ST Burhanudin

Jaksa Agung RI Instruksikan Kejati dan Kejari Gandeng SMSI Kawal Program Jaga Desa

4 Juli 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS