Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Wakil Ketua Umum Partai Gokar Nurul Arifin.

Partai Golkar Masih Berada di Posisi Ketiga

14 Juni 2021

Nasional, 611 kata

H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Partai Golkar berada di posisi ketiga dengan dukungan 10,7 persen pada hasil survey Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diumumkan di Jakarta pada Minggu, 13 Juni 2021. Survey yang mengambil sampling 1220 responden dari berbagai daerah di Indonesia dan digelar akhir Mei 2021 itu, menempatkan Golkar sama dengan posisi pada Pemilu 2019.

Tiga tahun lalu Golkar juga berada di bawah PDIP (25,9 persen) dan partai Gerindra (10,9 persen). Namun  dengan margin of error 3,05 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen, posisi Gerindra dan Golkar dapat dikatakan sama. Hasil survey ini juga konsisten dengan hasil pemilu terakhir.

“Kami tetap bersyukur untuk  hasil survey yang dilakukan oleh SMRC, dimana Golkar tetap berada di tiga besar. Mudah-mudahan Golkar tetap di cluster 10 persen ke atas. Ini hasilnya cenderung sama dengan survey sebelumnya,” Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin menyatakan hal itu kepada pers Minggu, 13 Juni 2021.

Hasil survey ini, menurutnya, akan memacu Golkar terus menjalankan program sosialisasi, agar kehadiran partai berlambang beringin dan  Ketua Umum, Airlangga Hartarto, juga dirasakan keberadaannya oleh masyarakat.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Ia mengatakan, peta politik akan berubah. Semua tergantung bagaimana partai memainkan perannya dalam menentukan dan memutuskan siapa capres dan cawapres. Ketokohan atau figur di dalam partai sangat berperan penting untuk mendongkrak elektabilitas. PPP dalam Pemilu 2019 misalnya turun drastis perolehsan suaranya, karena kehilangan figur kuat di dalam partainya.

Elektabilitas Capres

Sementara dalam survey tentang elektabilitas calon presiden (capres), SMRC memotret bahwa Airlangga belum memiliki elektabilitas yang signifikan. Hal ini bisa dimaklumi karena sebagai Menko Perekonomian dan Ketua KPCPEN (Komite penanggulangan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), membuatnya belum fokus berbicara tentang pencapresan.

“Beliau belum mau all out 100 persen (untuk  pencapresan). Kita masih pelan-pelan namun pasti,” kata politisi mantan artis tahun 80-an ini.

Dalam survey SMRC juga disimpulkan, belum ada figur alternatif kuat yang dapat memberikan harapan dan menampung aspirasi masyarakat. Nama-nama yang muncul masih berkisar pada mereka yang pernah berkecimpung dalam politik sebelumnya. Bahkan masih bersifat spekulatif.

Dalam survey yang dilakukan SMRC itu, muncul suatu kesimpulan jika responden itu memilih berdasarkan rumus, “Tahu, kemudian Suka dan kemudian Memilih”.

Ini melahirkan satu pertanyaan bagi Nurul, seperti apa yang dimaksud dengan “tahu” dari mana responden “tahu”, media apa yang membuat mereka “tahu”? Kemudian dari sisi “suka” itu juga karena apa? Apa yang membuat responden itu “suka”? .

Survey menunjukan jawaban masyarakat masih spekulatif. Ini membuka kesempatan bagi setiap kandidat, termasuk Airlangga,   membangun strategi-strategi, jadi tidak hanya meningkatkan awareness (tingkat ketahuan masyarakat) namun dari sisi likeability (kesukaan) dan elektabilitas.

Dalam skor popularitas, yang berhubungan dengan tahu dan suka, menurut Nurul, dari hasil survey SMRC itu, angka Airlangga cenderung meningkat.

“Ini menunjukkan apa yang kami lakukan dengan sosialisasi untuk beliau sudah ada peningkatan. Walaupun yang kami lakukan selama ini belum maksimal,” kata Nurul.

Anggota DPR RI ini juga menyatakan tetap optimistis bahwa, pada akhirnya calon-calon yang tidak memiliki partai itu akan menunggu untuk dipinang. “Jadi kuncinya adalah setiap calon, harus mempunyai parpol, karena parpol ini dukungan yang riil, signifikan, dan sistematis. Parpol memiliki jejaring struktural dari pusat hingga daerah, bahkan tingkat desa,” katanya.

Seorang kandidat, jika hanya mengandalkan popularitas dan tidak dicalonkan oleh parpol, maka tidak ada relevansinya untuk dipilih.

Maka tugas-tugas kandidat yang bukan berasal dari parpol saat ini mereka di challenge untuk dipinang oleh parpol. “Itu pun kalau parpolnya mau. Sementara kami dari Golkar tetap konsisten untuk mendukung Pak Airlangga sebagai capres,” kata politisi kelahiran 1966 ini.

Nurul mengatakan, Golkar, pada saat ini baru pemanasan dan belum 100 persen bekerja. Hal ini karena Ketua Golkar tetap menjaga mandat dan tugas sebagai Menko perekonomian dengan fokus tugas pemulihan perekonomian dan kesehatan rakyat.

“Kita akan sukseskan dan selesaikan vaksinasi serta pemulihan ekonomi. Baru setelah itu tercapai, maka akan kami garap dan sosialisasikan beliau sebagai capres secara lebih masif,” kata Nurul Arifin yang alami kegagalan pada pilkada 2018 saat menjadi calon Walikota Bandung.

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS