Warga Kampung Sukadamai, Tanjung Piayu, Sei Beduk, Batam, Kepulauan Riau mengeluhkan maraknya aktivitas penimbunan lahan di sekitar pemukiman mereka. Hal itu kemudian membuat tempat tinggal mereka dilanda banjir lantaran hujan yang terjadi beberapa hari ini.
Ketua RW 06 Kampung Suka Damai, Suharno, mengatakan, pihaknya hanya mengandalkan gotong royong sesama warga saat banjir terjadi. Dia menegaskan, banjir kali itu memang disebabkan oleh penimbunan hutan mangrove yang tidak jauh dari Kampung Sukadamai.
“Dalam waktu dekat ini bakal ada lagi perusahaan yang akan melakukan penimbunan hutan mangrove dari belakang RW 07/11/15 Sei Daun, belakang RW 12 hingga sampai ke RW 06 Sukadamai, dengan alasan relokasi,” katanya, Rabu, 1 September 2021.
Padahal, kata dia, antisipasi banjir yang bakal datang saat ini saja sudah membuat mereka repot. “Lah ini mau ada penimbunan lagi,” katanya.
Menurutnya, proses penimbunan itu membuat bagian hilir sungai di sana menyempit. Sehingga saat curah hujan tinggi, luapan air naik ke pemukiman warga. Banjir pun, kata dia, diperparah dengan kondisi laut yang saat itu pasang.
“Banjirnya memang tidak tinggi, paling 20 cm saja. Tapi kalau penimbunan terus dilakukan kami khawatir banjir akan semakin parah nanti,” kata dia.
Persoalan itu pun sudah dibahas oleh perangkat RT/RW untuk kemudian dilaporkan ke kelurahan. Suharno berharap, pihak pemerintah dapat segera turun tangan dalam persoalan itu. Sehingga warga Kampung Sukadamai tidak lagi khawatir akan ancaman banjir saat curah hujan tinggi.



