Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua Komisioner KPPAD Batam, Abdillah Saman. (Foto: Fathur Rohim)

KPAI Rekomendasikan SPN Dirgantara Batam Ditutup

20 November 2021

Batam, 306 kata

Fathur Rohim Fathur Rohim
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Lima orangtua siswa Sekolah Penerbangan Nusantara (SPN) Dirgantara Batam, Kepulauan Riau, membuat laporan atas dugaan tindak kekerasan di institusi pendidikan itu ke Polda Kepri, Jumat, 19 November 2021. Pelaporan itu mendapat pendampingan dari Unit Pelayanan Teknis Perlindungan Perempuan dan Anak (UPT PPA) Kepri, dan Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Batam.

Ketua Komisioner KPPAD Batam, Abdillah Saman, mengatakan, pihaknya sebagai lembaga pengawasan datang ke Polda Kepri untuk memastikan bahwa perlindungan anak dapat terselenggara di mana pun, termasuk di penegakan hukum. Dia menjelaskan, hasil pengawasan KPPAD Batam, anak-anak korban dugaan kekerasan di SPN Dirgantara Batam sudah mendapatkan haknya.

“Para korban juga mendapat pendampingan dari UPTD PPA Kepri untuk membuat laporan dan asesmen. Dengan tujuan agar korban-korban bisa dipulihkan, laporannya tadi sudah diterima langsung diterima oleh Dirkrimum Polda Kepri,” katanya.

Abdillah menambahkan, laporan atau aduan yang mereka layangkan ke Dirkrimum Polda Kepri saat ini sifatnya masih dugaan. Sehingga pihaknya menyerahkan kasus ini sepenuhnya ke polisi untuk didalami langsung.

Berita Lain

‎Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Kepala BP Batam Berharap Kolaborasi Lintas Sektor dan Kerja Keras Dapat Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi

BP Batam: Penataan Pot Bougenville Perkuat Estetika Kota Tanpa Bebani Keuangan Negara

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri Tahun 2026

Disinggung mengenai hasil rapat di Kantor Gubernur pada Kamis, 18 November 2021 kemarin, Abdillah mengatakan, pihaknya sepakat untuk membentuk tim investigasi khusus menangani kasus dugaan kekerasandi SPN Dirgantara Batam. Hasil rapat juga menegaskan dugaan kekerasan itu melibatkan berbagai unsur terkait dengan hukum, administrasi, pidana, maupun perdata.

“Hasil rapat itu juga kami sepakat, semua yang hadir merekomendasi bahwa harus ada tindak tegas terhadap sekolah tersebut. Intinya bagaimana kejadian itu tidak terjadi lagi. Kalau bisa diupayakan ditutup,” katanya.

Secara pribadi, Abdillah mewakili KPPAD Batam merekomendasikan langsung SPN Dirgantara Batam ditutup karena tidak ada upaya efek jera yang diberikan Disdik Kepri. Menurutnya, SPN Dirgantara Batam telah melakukan pelanggaran dari tahun-tahun sebelumnya.

“Tapi kalau untuk teknisnya nanti ada di Inspektorat Jenderal KemendikbudRistek, mereka yang bakal menindak lanjuti. Karena kami hanya melaporkan dan merekomendasikan kalau bisa sekolah itu ditutup, itu kami sampaikan dalam rapat yang dihadiri Inspektorat Jenderal KemendikbudRistek, Disdik Kepri, dan beberapa unsur terkait lainnya,” kata dia.

Berita Lain

Personel Polsek Batu Ampar melakukan pengawalan penyaluran air bersih ke rumah-rumah warga Kota Batam (Dok:Polsek Batu Ampar)

Polsek Batu Ampar Kawal Distribusi Air Bersih Hari ke-40 di Dua Kelurahan

4 Maret 2026
Acara hari jadi Kota Batam diikuti sejumlah anggota dewan dan Wali Kota Batam. (Foto: Humas DPRD).

Ketua DPRD Kota Batam Hadir Dalam Acara Memperingati Hari Jadi Kota Batam ke-196

20 Desember 2025

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS