Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ratusan pengungsi asal Afganistan kembali berunjuk rasa di Batam Center,  Batam, Kepulauan Riau, Rabu, 1 Desember 2021. (Fathur Rohim)

Demo Lagi, Pengungsi Afganistan di Batam Makin Depresi

1 Desember 2021

Batam, 302 kata

Fathur Rohim Fathur Rohim
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Sekitar 100 pengungsi asal Afganistan di Batam, Kepulauan Riau kembali melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Batam Center, Rabu, 1 Desember 2021. Kali ini mereka berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam.

Massa aksi kali ini didominasi perempuan serta anak-anak. Sambil membawa kertas berisi keluhan dan permohonan, mereka juga berkali-kali meminta permintaan tolong ke Wali Kota Batam atas nasib para pengungsi yang penuh ketidakpastian.

Salah satu pengungsi, Fatimah (30), mengaku kian depresi dengan keadaan yang menimpanya. Dia merupakan seorang ibu tunggal dengan dua anak, yang kini semakin bingung terutama saat memikirkan tumbuh kembang buah hatinya.

“Saya sudah 7 tahun di Indonesia. Pertama kali di sini, anak sulung saya berumur 2 tahun, kini dia berusia 9 tahun. Tapi sampai sekarang dia belum pernah duduk di bangku sekolah,” katanya.

Berita Lain

Jamaah Haji Kloter 5 Tetap Berangkat, Bandara Hang Nadim Pastikan Layanan Stabil

Batam Perkuat Layanan Keimigrasian untuk Dukung Investasi dan Pariwisata

37 Adegan Diperagakan dalam Rekonstruksi Tewasnya Bripda NS di Batam

Mendarat Darurat di Batam, Pesawat Jamaah Haji Saudia Airlines Alami Kendala Teknis

Sementara Ali Rifaii, perwakilan pengungsi Afganistan, mengatakan unjuk rasa yang dilakukan pihaknya itu menyusul ada salah satu pengungsi Afganistan yang meninggal dunia akibat membakar diri di Medan, Sumatera Utara.

“Kita semua pengungsi Afganistan mempunyai masalah tersendiri, kita tidak ingin hal seperti ini menimpa saudara kita yang lain,” kata dia.

Ali mengatakan unjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Batam kali itu bertujuan meminta Pemko Batam membantu menyampaikan aspirasi mereka kepada pihak terkait seperti UNHCR. Dia mengaku para pengungsi merasa tertekan karena tidak dapat melakukan banyak aktivitas selama di penampungan.

“Permintaan kami hanya ingin segera dipindahkan ke negara ketiga. Atau kami dapat bekerja di sini, tapi permintaan kami tidak pernah diindahkan oleh UNHCR. Kami tidak pernah didengar oleh mereka,” katanya.

Dalam aksi unjuk rasa kali itu, tampak beberapa petugas kepolisian dan Satpol PP berjaga di sekitar lokasi. Massa aksi pun kemudian membubarkan diri setelah sekitar dua jam sejak pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB.

Berita Lain

Maskapai penerbangan lokal saat berada di Bandara Hang Nadim Batam (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Jamaah Haji Kloter 5 Tetap Berangkat, Bandara Hang Nadim Pastikan Layanan Stabil

29 April 2026
Wali Kota Batam yang juga menjabat sebagai Kepala BP Batam, Amsakar Achmad (kanan) bersama Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Kepulauan Riau, Guntur Sahat (kiri). (Dok: Kanwil Ditjen Imigrasi Kepri)

Batam Perkuat Layanan Keimigrasian untuk Dukung Investasi dan Pariwisata

29 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS