Hasil penelusuran pihak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungkapkan, ditemukan 10 orang positif Covid-19 telah melakukan kontak erat dengan pasien Covid-19 varian Omicron pertama. Mereka saat ini sedang dilakukan pemeriksaan ulang untuk memastikan varian virus yang menginfeksi.
Hal tersebut dikemukakan juru bicara vaksinasi Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi seperti dilansir media pada Minggu, 19 Desember 2021.
Dijelaskan, 10 orang itu diperiksa lebih lanjut dengan melakukan tes whole genome sequencing (WGS). Tes WGS ini dilakukan untuk memastikan apakah mereka juga terinfeksi varian Omicron atau varian lain. Hasil tes WGS mereka diperkirakan baru akan keluar sekitar satu pekan lagi.
Nadia menegaskan, meski 10 pasien positif ini kontak erat dengan pasien Omicron, bukan berarti mereka probable case (kemungkinan kasus) Omicron. “Ini hanya positif kontak erat dan kita langsung lakukan genom sequencing, jadi belum ada yang probable Omicron,” katanya.
Sementara itu update informasi covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19, hingga Minggu, 19 Desember 2021 pukul 12.00 WIB, ada penambahan kasus terkonfirmasi positif 164, dengan demikian total menjadi 4.260.544 orang.
Pasien sembuh bertambah 155 sehingga jumlah total 4.111.619 orang dan pasien meninggal bertambah empat, sehingga jumlah total 143.002 orang.
Lima Gejala Omicron
Sejumlah ahli menyebut varian Omicron cenderung memunculkan gejala Covid-19 yang berbeda dari gejala klasik Covid-19. Sejauh ini, ada lima gejala terkait varian Omicron yang patut diwaspadai.
“Lebih dari 50 persen orang tidak pernah mengalami gejala klasik,” kata ahli epidemiologi Inggris, Prof. Tim Spector seperti dilansir dari laman Express Minggu, 19 Desember 2021.
Lima gejala Covid-19 utama terkait varian Omicron serupa dengan gejala selesma tersebut meliputi, sakit kepala, nyeri tenggorokan, kelelahan, bersin dan hidung berair atau beringus. Sedangkan tiga gejala klasik Covid-19 yaitu kehilangan indra penciuman atau perasa, demam dan batuk, tidak lagi ada pada urutan lima besar.
Menurut Prof. Spector, bila terkena Covid-19, orang-orang yang sudah divaksinasi biasanya hanya akan mengalami gejala ringan. Gejala ini akan terlihat seperti pilek pada umumnya. Meski gejalanya tampak ringan, bukan berarti pandemi Covid-19 dapat diremehkan.
Express juga menulis pernyataan Hilary Robert Jones presenter dan penulis tentang masalah medis di Inggris, bahwa virus corona saat ini justru menyebar dengan cepat seperti kebakaran hutan. Bila tak bisa ditanggulangi, kondisi ini bisa mendorong dibutuhkannya kembali penerapan lockdown.
Ia menambahkan, berdasarkan data, satu dari empat atau lima kasus yang menunjukkan gejala pilek merupakan Covid-19. Oleh karena itu, orang yang mengalami gejala seperti selesma sebaiknya tes Covid-19.



