Capaian tim kerja kementerian perekonomian pemerintahan Joko Widodo berhasil membuat ekonomi atau produk domestik bruto (PDB) Indonesia untuk keseluruhan tahun 2021 tumbuh sebesar 3,69 persen. “Meski dalam kondisi himpitan ekonomi global dan pandemi Covid-19, capaian ini patut kita apresiasi.”
Hal tersebut diungkapkan Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, HR Agung Laksono kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 8 Februari 2022.
“Dalam kondisi pandemi Covid-19 dan himpitan ekonomi global, ekonomi kita justru tumbuh dengan baik. Saya kira capaian pertumbuhan ekonomi nasional ini tentu bukan hasil kerja seorang. Pasti ini adalah kerja sama yang baik dari tim Kementerian Perekonomian di bawah kepemimpinan Pak Airlangga Hartarto.”
Ia juga mengapresiasi kekompakkan seluruh komponen ekonomi bangsa mulai dari pelaku bisnis mikro, makro, UMKM hingga berbagai sektor, dari pertanian, ekspor impor, dan industri lainnya.
Agung yang juga Ketua Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Kosgoro 1957 itu menilai, aspek penting yang mempengaruhi terciptanya pertumbuhan ekonomi tahun 2021 positif tumbuh 3,69 persen adalah, faktor stabilitas politik dalam negeri dan kepercayaan dunia internasional.
Untuk itu, lanjut Ketua Majelis Pertimbangan Kosgoro 1957 ini, guna mencapai target pertumbuhan ekonomi di tahun 2022, hendaknya seluruh elemen bangsa bersama-sama memberikan kontribusi untuk menciptakan stabilitas politik dalam negeri.
“Kita juga harus dorong semua aspek yang membuat pertumbuhan ekonomi kita nantinya bisa leading pasca Covid-19, agar Indonesia menjadi contoh bagi dunia internasional. Apalagi saat ini Indonesia memegang keketuaan atau Presidensi di G20, tentunya ini adalah suatu kehormatan bagi bangsa Indonesia,” katanya.
Jaga Momentum
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini juga yakin, pemerintah akan menjaga momentum pencapaian positif ini agar pertumbuhan ekonomi nasional di tahun 2022 yang diproyeksi tumbuh pada kuartal I 2022 hingga lebih dari lima persen year on year (yoy), bisa tercapai.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, ekonomi Indonesia sepanjang tahun 2021 tumbuh 3,69 persen. Jauh lebih baik dibanding tahun 2020, yang minus 2,07 persen.
“Ekonomi Indonesia triwulan IV-2021 tumbuh 1,06 persen (qtq) dan kalau saya bandingkan dengan triwulan IV-2020 tumbuh 5,02 persen (you), sedangkan secara kumulatif artinya selama 2021 tumbuh 3,69 persen,” kata Kepala BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers virtual, Senin, 7 Februari 2022.



