Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ilustrasi listrik (Foto: iNews.id)

Jerman Merekomendasikan Perusahaan Dirikan Generator Listrik Darurat

3 Juli 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim Jerman merekomendasikan para pelaku usaha untuk mendirikan generator listrik darurat. Hal itu bertujuan untuk mengatasi potensi kekurangan gas, media Jerman melaporkan pada Minggu, 3 Juli 2022. 

Kepala Badan Jaringan Federal Jerman, Klaus Muller memperingatkan, situasi gas di negara itu kini sudah genting. Ada kemungkinan penurunan pasokan lebih lanjut.

Untuk mengatasi kemungkinan kekurangan gas itu, Kementerian Urusan Ekonomi dan Iklim mendesak perusahaan-perusahaan untuk memperlengkapi diri dengan generator listrik darurat. “Terutama untuk fasilitas infrastruktur penting,” ungkap surat kabar Bild, mengutip jawaban sekretaris kementerian itu atas pertanyaan yang diajukan anggota parlemen Stefan Pilzinger, belum lama ini.

Menurut laporan media tersebut, generator darurat yang hendak didirikan setiap perusahaan harus memiliki kapasitas untuk menyediakan energi setidaknya selama 72 jam.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Krisis energi semakin menghantui Eropa. Krisis Ukraina ditambah dengan sanksi Barat terhadap Rusia menjadi faktor penyebabnya.

Sebelumnya, tiga raksasa energi Prancis, yaitu Engie, EDF, dan TotalEnergies mendesak kalangan industri dan rumah tangga agar mulai menghemat listrik, gas alam, dan bahan bakar minyak (BBM) menjelang musim dingin. Seruan itu mereka sampaikan lantaran krisis energi terus membayangi Eropa.

“Energi terbaik adalah yang tidak kita konsumsi. Kita harus mengatasi permintaan energi bersama-sama dengan mengurangi konsumsi sehingga kita memiliki lebih banyak kelonggaran,” kata pemimpin dari tiga perusahaan tersebut dalam artikel bersama untuk mingguan Prancis, Le Journal du Dimanche, Minggu, 26 Juni 2022 pekan lalu.

Mereka memperingatkan, mengatasi kekurangan pasokan gas Rusia dan lonjakan harga energi saat ini menjadi tantangan besar bagi hubungan sosial dan politik Prancis.

Sumber berita: iNews.id

Berita Lain

Laut di sekitar pesisir Bengkong tercemar akibat aktivitas reklamasi (Dok:Akar Bhumi Indonesia)

Hari Nelayan 2026, Ancaman Iklim dan Ekspansi Industri Menekan Nelayan Kecil

8 April 2026
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus (Dok: Istimewa)

YLBHI Desak Polisi Usut Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

14 Maret 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS