BATAM – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kota Batam memprediksi, Batam akan mendapat dampak yang cukup signifikan dari resesi global tahun mendatang. Karena itu, dunia usaha telah mulai menyiapkan sejumlah jurus untuk meminimalisir dampak tersebut.
Ketua Apindo Batam Rafki Rasyid mengatakan, ancaman resesi global cukup membuat pengusaha Batam khawatir. Pasalnya, industri manufaktur dan penunjangnya sangat bergantung dengan pasar global.
Jadi ketika terjadi penurunan permintaan dari pasar global akibat resesi dan inflasi, industri di Batam yang akan lebih merasakan ketimbang perusahaan yang beroperasi di daerah lain.
“Penurunan potensi ekspor dari Batam diperkirakan akan terjadi jika resesi global memang terjadi,” ujarnya.
Beruntungnya, Batam telah melakukan sejumlah upaya untuk menambah potensi pasar ekspornya. Salah satunya adalah mengembangkan industri semikonduktor, yang mampu mendorong peningkatan ekspor komponen chip ketika krisis chip global terjadi.
Selain itu berkembangnya industri digital di Batam dipercaya akan mendorong intangible product, seperti software ataupun aplikasi digital menjadi ekspor andalan di masa mendatang.
Apindo juga berharap Batam bisa menggaet produsen mobil listrik untuk memenuhi kebutuhan di masa mendatang. Basis produski mobil listrik di Batam dipercaya akan mampu mendukung upaya pemerintah untuk mulai mendorong penggunaan mobil listrik di Indonesia.
“Saat ini sudah ada beberapa investor yang masuk mengembangkan industri energi baru dan terbarukan. Ini akan lebih lengkap jika Batam bisa menghadirkan pabrik mobil listrik,” paparnya.
Untuk meminimalisir dampak yang terjadi akibat resesi global, dunia usaha di Batam sudah bersiap dengan beberapa langkah antisipasi. Mulai dari menahan untuk tidak menambah bahan baku dan menahan untuk tidak merekrut tenaga kerja baru terlebih dahulu sampai kepastian mengenai kondisi permintaan tahun depan terjadi.
“Ini tentunya akan membuat melambatnya permintaan terhadap tenaga kerja di Batam. Kita berharap jangan sampai terjadi PHK tentunya,” kata dia.
Namun Apindo berharap penurunan permintaan global tidak begitu drastis. Sehingga pelaku usaha di Batam dapat tetap mengekspor produknya ke berbagai negara tujuan di seluruh dunia.
Apindo juga menanti kebijakan pemerintah. Rafki berharap pemerintah memberikan insentif kepada perusahaan apabila memang nanti terjadi resesi global yang mengancam keberlangsungan usaha di Batam.
“Mungkin beberapa insentif dalam bentuk keringanan pajak dan restrukturisasi kredit bisa diberikan kepada perusahaan perusahaan di Batam,” ujarnya.
Apindo berharap BP Batam terus bekerja membenahi infrastruktur investasi terutama pelabuhan dan berusaha untuk mengisi lahan kosong di Batam dengan investor baru. Apindo akan terus bekerja sama dan memberikan masukan yang konstruktif kepada BP Batam agar Batam bisa lebih maju lagi bersaing dengan kawasan ekonomi khusus lain di negara-negara di kawasan ASEAN.



