BATAM – PT Pelayanan Listrik Nasional (PLN) Batam akan memenuhi kebutuhan listrik untuk pusat data (data centre) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Nongsa. Komitmen ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara PLN Batam dan PT Taman Resor Internet (Tamarin) di Nongsa Point Marina baru-baru ini.
Nota kesepahaman tersebut ditandatangani Direktur Utama PLN Batam, M. Irwansyah Putra dan Direktur Utama PT Tamarin Michael Kristian Wiluan.
Irwansyah Putra menegaskan komitmen PLN Batam untuk senantiasa berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat baik dalam hal pemenuhan kebutuhan energi listrik, maupun pelayanan yang baik kepada masyarakat.
“Semoga kerjasama ini akan meningkatkan kepercayaan stakeholders serta menambah semangat kami untuk bekerja lebih giat lagi untuk memberikan pelayanan terbaik,” Ujarnya.
PT Tamarin adalah anak perusahaan dari Citramas Group, yang merupakan pemilik Kawasan Industri Terpadu Kabil dan memegang otoritas untuk mengelola KEK Nongsa. Perusahaan ditetapkan sebagai Badan Usaha Pembangunan dan Badan Usaha Pengelola KEK Nongsa (“BUPP KEK Nongsa”) berdasarkan Keputusan Ketua Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus No. 2 Tahun 2021 tanggal 5 Juli 2021.
Michael Kristian Wiluan mengatakan, kerjasama dengan PLN Batam akan meningkatkan keandalan penyediaan tenaga listrik kepada seluruh tenant Data Center di dalam KEK Nongsa. Kawasan ini diproyeksi sebagai lokasi investasi Data Center dan pariwisata yang membutuhkan daya listrik yang besar, handal dan berkesinambungan.
Kebutuhan listrik yang dimaksud harus sesuai dengan standar Data Centre untuk TIER 3 dan TIER 4, yang berasal dari dua sumber penyediaan Listrik yaitu PLN Batam dan PT Maxpower Indonesia sesuai yang dibutuhkan ke KEK Nongsa secara berkesinambungan.
“Dalam perencanan akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya untuk menambah backup sumber daya listrik sekaligus sebagai Green Energi untuk Data Centre. Perkiraan kami diperlukan saluran listrik sebesar 530MW sampai dengan tahun 2030,” beber Michael.
Tamarin akan membangun Grid Local untuk distribusi listrik kepada Data centre. Sementara PLN Batam akan menyediakan sumber tenaga listrik untuk keperluan data centre.
Diharapkan melalui supply Listrik yang handal ini, KEK Nongsa dapat menjadi pusat pengembangan teknologi & pariwisata digital tidak hanya di Indonesia, namun Asia. Sehingga dapat menggerakkan roda perekenomian Indonesia dan mengharumkan nama bangsa, terutama diwilayah Kepulauan Riau, Batam.
“Kami mohon dukungan dari semua pihak agar penyaluran tenaga listrik untuk keperluan data centre di KEK Nongsa berjalan dengan baik dan sukses,” harap Michael.
Penjualan Listrik Meroket
Direktur Utama PT PLN Batam, Muhammad Irwansya Putra mengatakan, 2022 ini merupakan tahun yang optimis. Pertumbuhan ekonomi Batam yang tancap gas setelah COvid-19, mendorong pertumbuhan penjualan listrik Batam menjadi naik pesat.
Terhitung untuk hingga September tahun 2022, pertumbuhan penjualan listrik telah menyentuh angka hampir 15.46%. Bisa dikatakan pertumbuhan listrik di Batam menjadi salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Hingga saat ini beban puncak di Batam sudah mencapai 542 MW. Padahal berkaca dari data beban puncak pada tahun-tahun sebelumnya, kenaikan pada semester I 2022 ini sangat besar, mengingat pada tahun 2019 tercatat sebesar hanya 457 MW, tahun 2020 naik menjadi 465 MW, sedangkan sepanjang tahun 2021 hanya naik 15 MW menjadi 480 MW.
“Kenaikan beban puncak ini merupakan suatu hal yang patut kita syukuri karena pertanda geliat perekonomian mulai tumbuh, tentunya harus didukung,” tambahnya. (*)



