BATAM – Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, optimistis Batam akan terhindar dari ancaman resesi global 2023. Sejumlah indikator ekonomi kawasan Pelabuhan Bebas dan Perdagangan Bebas (KPBPB) ini menjadi dasar optimisme tersebut.
Amsakar menyampaikan hal tersebut saat menerima kunjungan kerja (kunker) Komisi IX DPR RI dan BPJS Ketenagakerjaan di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (17/11/2022).
Sejauh ini, bayangan ancaman resesi masih relatif dapat terkendali. “Ada 4 faktor kenapa saya katakan bahwa resesi ekonomi 2023 akan jauh dari Batam,” ujarnya.
Salah satu faktornya adalah geliat pertumbuhan ekonomi Batam yang terus menunjukan tren positif. Menurut pemaparannya, Batam masih dapat eksis saat Pandemi Covid-19 memukul perekonomian global. Bahkan saat ini, Batam mampu bangkit dengan pertumbuhan ekonomi 4,75 persen.
Selain itu, Batam memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang sedang berjalan di Batam. Seperti KEK Batam Aero Technic, KEK Nongsa Digital Park dan KEK Kesehatan Internasional Sehat (KIS).
Batam juga tengah berupaya mendorong meningkatnya serapan tenaga kerja. Pemko Batam terus berkoordinasi dengan investor agar gencar terus membuka lowongan kerja. Belum lama ini, ada 1.880 lowongan dari 32 perusahaan dalam Job Fair Batam 2022.
“Soal antara pengangguran atau PHK relatif terkendali. Kesempatan kerja terus dibuka,” katanya.
Mengenai tingginya angka pengangguran di Batam, menurutnya disebabkan derasnya arus migrasi penduduk tiap tahunnya ke Batam.
“Warga yang datang, merupakan usia pencari kerja yang sebagian besar non skill,” katanya.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ihsan Yunus, menekankan pentingnya sikap pemangku kepentingan, dalam hal ini Pemko Batam untuk menghadapi resesi 2023.
“Dampaknya pasti akan punya pengaruh signifikan. Pengangguran dan investasi yang tidak memenuhi target. Harus detail bagaimana menghadapai 2023,” katanya. (*)



