Jumat, 2 Januari 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Wali Kota Batam Muhammad Rudi, menaiki Kepala Singo Barong dam Pawai Budaya peringatan Hari Jadi Kota Batam ke 193 tahun, Sabtu (17/12/2022). (Foto: HMS/ Pidi Yanti).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi, menaiki Kepala Singo Barong dam Pawai Budaya peringatan Hari Jadi Kota Batam ke 193 tahun, Sabtu (17/12/2022). (Foto: HMS/ Pidi Yanti).

Eksistensi Reog Ponorogo Hingga Wali Kota Batam Naiki Kepala Singo Barong

19 Desember 2022
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Eksistensi Reog Ponorogo kembali dipertontonkan melalui Pawai Budaya peringatan Hari Jadi Batam (HJB) ke 193 tahun, Sabtu (17/12/2022). Menariknya, Wali Kota Batam Muhammad Rudi sempat menaiki kepala Singo Barong untuk menyemarakkan pawai.

“Suatu kehormatan bagi kami sebagai Paguyuban Ponorogo Kota Batam, karena bapak Wali Kota Batam dengan senang hati mau menaiki Kepala Singo Barong kami,” ungkap Wakil Paguyuban Warga Ponorogo Kota Batam, Mustofa.

Ia menjelaskan, hal tersebut hanya dilakukan kepada seorang pemimpin besar suatu negeri atau daerah, karena menunjukkan suatu kebesaran dan kebijakan seorang pemimpin dalam bertahta. Diketahui, berat kepala Singo Barong mencapai 50 kilogram hingga 75 kilogram.

Sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang mendunia, Reog Ponorogo tidak hanya dilestarikan bagi masyarakat Ponorogo, Jawa Timur tempatnya berasal, melainkan juga kerap dihadirkan di berbagai acara budaya di wilayah Indonesia bahkan dunia untuk menunjukkan ke eksistensiannya.

Berita Lain

Pergerakan Penumpang Kapal Pelabuhan Batam Periode Angkutan Nataru 2026 Didominasi Rute Internasional

Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat

RSBP Batam Terima Bantuan CSR Mobil Ambulans dari Bank Mandiri, Sinergi Perkuat Layanan Kesehatan

Nelayan Desak Hentikan Reklamasi Ugal-Ugalan di Bengkong

“Reog Ponorogo merupaka kebudayaan asli yang berasal dari Jawa Timur bagian barat laut Ponorogo. Kesenian ini juga menjadi sumber inspirasi sebuah perjuangan untuk meraih hidup lebih baik. Kesenian Reog sudah menjadi identitas bagi Kabupaten Ponorogo,” papar Mustofa.

Namun ia sempat menyesalkan adanya pengakuan dari negara tetangga Malaysia, yang mengklaim Reog Ponorogo sebagai warisan budaya miliknya. “Reog ponorogo adalah satu-satunya yang ada di dunia dan berasal dari tanah Ponorogo, Indonesia. Tidak ada dari bagian negara manapun yang bisa mengklaimnya seperti yang dilakukan Malaysia,” tegasnya.

Mustofa berpendapat, timbulnya pengakuan sepihak dari negeri jiran itu dikarenakan warga negara Indonesia yang menjadi TKI di Malaysia sempat berkumpul dan guyub membuat pertunjukkan Reog Ponorogo di sana. Sebagai bentuk mengambil sikap protes, Paguyuban Ponorogo Kota Batam menggelar pertunjukan Reog Ponorogo di Lapangan SP Batuaji, hingga sehari semalam.

“Indonesia adalah tanah yang kaya akan budaya dan corak adat istiadat yang begitu menakjubkan. Jika bukan kita yang menjaga dan melestarikan budaya leluhur, siapa lagi,” ucapnya. (Pidi Yanti)

Berita Lain

Suasana penumpang di pelabuhan fery internasional Batam menjelang akhir tahun. (Foto: Humas BP).

Pergerakan Penumpang Kapal Pelabuhan Batam Periode Angkutan Nataru 2026 Didominasi Rute Internasional

1 Januari 2026
Kepala BP dan wakil BP Batam apresiasi Pertumbuhan ekonomi triwulan III. (Foto: Humas BP).

Batam Tutup 2025 dengan Investasi dan Ekonomi yang Menguat

1 Januari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS