Senin, 20 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto: HMS/ Dwi Septiani).
Gubernur Kepri Ansar Ahmad. (Foto: HMS/ Dwi Septiani).

Tanggapi Masalah SMA N 21 dan SMK N 9 Batam, Ansar: Bantu Ingatkan BP Batam

4 Maret 2023
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – Gubernur Kepulauan Riau, Ansar Ahmad mengajak elemen masyarakat dapat berpartisipasi dalam meningkatkan pendidikan di Batam.

Salah satunya, dengan membantu dalam mengingatkan Badan Pengusahaan (BP) Batam, terkait pemberiaan izin pengalokasian lahan bagi sekolah.

“Kalian juga bisa ambil bagian, kalau bertemu BP Batam tolong sampaikan mengenai lahan yang layak bagi sekolah. Berilah alokasi lahan yang bagus jangan yang bermasalah atau berada di wilayah potensi bencana,” terang Ansar yang ditemui usai membuka Kampus Expo 2023 di Atrium One Mall Batam, Jumat (03/03/2023).

Hal ini disampaikannya saat ditanyakan mengenai kondisi SMA N 21 Batam di Kabil yang terancam amblas akibat potensi longsor, serta permasalahan SMK N 9 Batam di Sei Beduk yang saat ini tengah bermasalah terkait lahan dengan PT Cidi Pratama.

Berita Lain

Empat Bintara Polda Kepri Resmi Tersangka, Proses Pidana Berjalan

20 April 2026, Kualitas Udara Batam Paling Bersih di Indonesia

Investasi Digital Menguat, BP Batam Dukung Proyek Pusat Data DayOne-PLN Batam

‎Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Terkait kedua permasalahan ini, Ansar kembali menyebut, agar BP Batam dapat memperhatikan lahan sekolah layaknya pemberian izin lahan bagi investasi atau pengusaha.

“Jangan pengusaha saja yang dapat lahan bagus, pendidikan itu adalah tanggung jawab kita bersama. Seperti SMA N 21 yang [tidak bagus] dapat di tebing begitu,” ucapnya.

Terkait penanganan bagi bencana di wilayah SMA N 21 di Kabil, Ansar mengaku Pemprov Kepri akan melakukan pembangunan batu miring di lima titik rawan dengan menggunakan anggaran sebesar Rp10 miliar dari dana Bangunan Tidak Terduga (BTT).

Namun, ia menegaskan bahwa penggunaan BTT harus menunggu pemulihan kondisi longsor yang terjadi di beberapa titik, sehingga pembiayaan anggaran tahun 2024 akan diarahkan ke pembangunan BTT tersebut.

“Mengenai titik mana yang akan didahulukan, akan di cek terlebih dahulu oleh Dinas PU dan Disdik nantinya,” jelas Ansar.

Hal senada juga dilontarkkannya terkait SMK N 9 di Sei Beduk, yang dipastikan bahwa lahan seluas kurang lebih seluas 3000 m² yang diklaim oleh PT Cidi Pratama, merupakan milik sekolah.

“Pengalokasian Lahan (PL) sudah keluar. Tidak ada masalah lagi. Dipastikan itu milik SMK N 9 Batam,” tegasnya mengakhiri. (*)

Berita Lain

Pembukaan lahan hutan di Kota Batam untuk mendukung proses pembangunan (Dok: Akar Bhumi Indonesia)

Hutan Tersisih di Tengah “Euforia” Investasi Batam

20 April 2026
Benda misterius ditemukan nelayan mengapung di perairan Anambas (Dok: istimewa)

Benda Misterius Berbendera China Mengapung di Perairan Anambas

20 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS