Minggu, 19 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Mimi saat menunjukkan QR code miliknya. (Foto: Irvan Fanani)

Pedagang di Pasar Tradisional Batam Raup Rp15 Juta Per Hari Berkat Digitalisasi

23 Juni 2023
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM- Pandemi Covid-19 memberikan perubahan signifikan terhadap perekonomian masyarakat. Khususnya para pedagang di Pasar Tradisional.

Pedagang dipaksa untuk beradaptasi dengan memanfaatkan teknologi digital guna memperluas pangsa pasar.

Hal tersebut dilakukan oleh salah seorang pedagang sembako di Pasar Botania 2, Batam Centre, Kota Batam, bernama Mimi. Sejak pandemi Covid-19 lalu, ia mulai berjualan bahan pokok secara online lewat platform digital seperti Facebook, Instagram dan juga WhatsApp.

Siapa sangka, metode jualan tersebut ia lanjutkan hingga saat ini dan hasilnya justru lebih menguntungkan ketimbang hasil lapaknya di pasar.

Berita Lain

‎Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Kepala BP Batam Berharap Kolaborasi Lintas Sektor dan Kerja Keras Dapat Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi

BP Batam: Penataan Pot Bougenville Perkuat Estetika Kota Tanpa Bebani Keuangan Negara

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri Tahun 2026

“Sehari bisa 40-60 orang konsumen yang belanja di tempat saya. Biasanya saya bisa dapat sekitar Rp15 juta sampai Rp16 juta per harinya,” kata Mimi saat dijumpai di toko sembako Sahabat Dapur, miliknya, Kamis, 22 Juni 2023.

Mimi menjual beragam komoditas bahan pokok seperti daging ayam, cabai merah, cabai hijau, sayur mayur, bawang, puting, bawang merah, ikan, frozen food, telur, dan bumbu-bumbu dapur lainnya.

Ia mengaku, konsumen daringnya tidak hanya dari kalangan ibu rumah tangga saja, tetapi juga dari restoran, kafe, dan juga hotel. Lalu, tak hanya dari kawasan Batam Centre Saja, konsumennya bahkan bisa sampai kawasan Nagoya.

“Paling jauh, konsumen online saya ada yang dari daerah Nagoya. Konsumen biasanya pesan lewat chat Whatshapp. Untuk pengantaran wilayah Batam Center free ongkir namun harus mengikuti rute kurir kami. Tetapi, kalau urgent bisa kami kirim lewat Grab ataupun GoSend,” kata wanita berdarah Minang ini.

Setiap harinya, ia juga rutin menginformasikan harga-harga komoditas bahan pokok tersebut kepada konsumen lewat platform digital. Mimi menyebutkan, konsumen biasanya memesan kebutuhannya melalui Whatshapp, kemudian kurir akan mulai mengantar produk yang dipesan mulai pukul 06.00 WIB.

“Bisa order ke nomor Whatshapp Sahabat Dapur 082173128533. Pembayarannya bisa menggunakan QRIS, COD dan transfer. Bahkan kita pernah dapat penghargaan terbaik se Batam Customers Choice dari Grab Mart,” kata Mimi. (Irvan Fanani, Reporter HMS)

Berita Lain

Petugas Bea Cukai Batam saat memeriksa isi kontainer limbah di Pelabuhan Batu Ampar (Dok: Bea Cukai Batam)

Ratusan Kontainer Limbah B3 Masih Menumpuk di Batuampar

11 April 2026
ilustrasi kecelakaan kerja (Dok: istimewa)

Kecelakaan Kerja di PT Karyasindo Samudra Biru Shipyard, Satu Orang Meninggal Dunia

11 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS