Kamis, 5 November 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Jubir Mahkamah Agung, Yanto mengungkapkan pertimbangan majelis hakim menolak permohonan PK 7 terpidana kasus pembunuhan Vina di Cirebon. (Foto: Ist./tribunnews.com).

MA Tolak PK Tujuh Terpidana Kasus Pembunuhan Vina Cirebon

17 Desember 2024
Mangatur Nainggolan, S.E. Mangatur Nainggolan, S.E.
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Mahkamah Agung (MA), Senin, 16 Desember 2024 resmi menolak permohonan Peninjauan Kembali (PK) tujuh terpidana kasus pembunuhan Vina Cirebon.

Ketujuh terpidana kasus yang sudah jadi perbincangan publik ini di antaranya adalah, Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Eko Ramadhani, Hadi Saputra, Sudirman, Rivaldi Aditya Wardana.

Permohonan PK kasus ini terbagi dalam dua berkas perkara, masing-masing dengan nomor 198/PK/PID/2024 dengan terpidana Eko Ramadhani dan Rivaldi Aditya. Sedangkan lainnya pada berkas perkara dengan nomor 199/PK/PID/2024, terdaftar nama terpidana Eka Sandi, Hadi Saputra, Sudirman, Supriyanto dan Jaya.

Meski berbeda berkas perkara, sidang PK tersebut sama-sama diadili Ketua Majelis Hakim Burhan Dahlan. “Amar putusan, Tolak PK para terpidana,” demikian bunyi putusan tersebut dikutip dari laman resmi MA, Senin, 16 Desember 2024.

Berita Lain

Dengan Menandatangani MoU antar SMSI dengan RRI Memperkuat Kolaborasi untuk Bersatu Menghadapi Hoaks

Target Pembangunan Jalan Tol Baru 13,5 Km Pada 2027

Bandara Soetta Kembali Layani Penerbangan, Usai Terdampak Erupsi Anak Krakatau

Abu Anak Krakatau Capai Jakarta, Dinas Pendidikan Terapkan PPJ

Tidak Khilaf

Jubir Mahkamah Agung, Yanto, mengungkapkan apa yang menjadi pertimbangan majelis hakim dalam menolak permohonan PK terpidana kasus Vina Cirebon ini.

Dikatakan, MA menilai tak ada kekhilafan Judex Facti dan Judex Juris dalam mengadili para terpidana. Selain itu, bukti baru atau novum yang diajukan dalam PK terpidana kasus vina juga bukanlah bukti baru.

“Bukti baru yang diajukan oleh terpidana bukan merupakan bukti baru sebagaimana ditentukan dalam pasal 263 ayat 2 A KUHAP,” kata Yanto dalam konferensi pers MA hari ini, Senin, 16 Desember 2024.

Lebih lanjut Yanto mengatakan, dengan ditolaknya permohonan PK terpidana kasus Vina ini, maka putusan sebelumnya tetap berlaku.

Artinya, ketujuh terpidana kasus Vina Cirebon ini akan tetap menjalani hukuman penjara seumur hidup.

“Dengan ditolaknya permohonan PK para terpidana tersebut maka putusan yang dimohonkan PK tetap berlaku,” terang Yanto. (*)

Berita Lain

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, Senin, 29 Juni 2026. (Foto: Ist./Fauzan).

Duduk Perkara Pegawai Kementerian HAM Menang Gugat Pigai

7 Juli 2026
Benhauser Manik (kanan) dan keluarga terdakwa saat memberikan keterangan kepada awak media (Foto: Putra Gema Pamungkas)

Penerapan Hukum dalam Kasus MT Sea Dragon Diuji di Tingkat Kasasi

3 Juni 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS