Jumat, 17 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Salah satu pesawat Pelita Air di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. (Foto: Ist/dok. Pelita Air).

Garuda Dan Pelita Air Merger Untuk Antisipasi Kelangkaan Pesawat

11 Januari 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir membenarkan rencana penggabungan usaha (merger) antara Garuda Indonesia Group dan Pelita Air.

Dalam merger tersebut, Garuda Indonesia tetap akan menyasar segmen penerbangan premium dan Citilink sebagai maskapai segmen berbiaya murah. Sementara itu, Pelita Air akan ditugaskan menyasar segmen premium economy.

“Kita memang konsolidasi, Garuda Indonesia kan memang akan jadi premium, Pelita Air itu premium economy, dan tentu ada low cost,” kata Erick Thohir kepada awak media dalam  acara MINDialogue di The Energy Building, Jakarta, Kamis, 9 Januari 2025.

Kelangkaan Pesawat

Berita Lain

KontraS Duga Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Bukan Atas Kehendak Pribadi

Ketua Ombudsman Yang Ditangkap Kejagung Miliki Kekayaan Rp4 Miliar

Bareskrim Polri Geledah Lima Gudang Tempat Ribuan Handphone Ilegal

Presiden Prabowo Tiba Kembali dari Rangkain Kunker ke Eropa

Dikutip dari merdeka.com, Erick mengatakan, merger diperlukan untuk mengantisipasi kelangkaan pesawat terbang. Diketahui, kelangkaan pesawat ini mengakibatkan mahalnya harga tiket pesawat.

“Nah ini memang integrasi ini harus terjadi. Dan memang jumlah pesawat kita kan gak cukup,” ucapnya.

Namun, Erick tidak mengungkapkan kapan proses merger Citilink dan Pelita Air rampung. Menurutnya, proses penggabungan usaha seperti ini tidak bisa dikerjakan asal, dalam waktu singkat.

Sebelumnya, Menteri BUMN, Erick Thohir meyakini bahwa penggabungan usaha atau merger anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk, Citilink Indonesia dan Pelita Air bakal membuat harga tiket pesawat tidak semahal saat ini. 

Menurut dia, harga tiket pesawat saat ini turut dipengaruhi kompleksitas dari industri penerbangan. Sebab, jumlah armada penerbangan sebelum pandemi Covid-19 mencapai 750 unit pesawat, sementara saat ini hanya ada 450 unit pesawat. (*)

Berita Lain

Menag Nasaruddin (jas abu-abu). (Foto: Ist./detikcom).

Menag Bebas dari Sanksi Pidana, Usai Lapor KPK Terima Fasilitas Jet Pribadi

24 Februari 2026
Salah satu jenis pesawat penumpang milik Maskapai Citilink. (Foto: Ist /Dok. PT CITILINK INDONESIA).

Citilink Buka Rute Halim Menuju Padang dan Pekanbaru

20 Februari 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS