Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. (Foto: Ist./detik.com).

Pakar Hukum UBK: Ada Kepentingan Apa, Megawati Mati-matian Bela Hasto?

13 Januari 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Pakar hukum pidana dari Universitas Bung Karno (UBK), Hudi Yusuf mempertanyakan sikap Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, yang terus membela Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto yang Saat ini sudah berstatus tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Bela mati-matian ada kepentingan apa dengan Pak Hasto tuh, Bu Mega. Pertanyaan masyarakat tuh, ada kepentingan apa?” ujarnyanya ketika dihubungi Inilah.com, Jakarta, Minggu, 12 Januari 2025.

Ia menyarankan agar Megawati menyerahkan proses hukum kepada pengacara yang top, tanpa perlu mengintervensi KPK. Ia menilai, langkah tersebut akan lebih baik dibandingkan membuat pernyataan yang terkesan mengancam lembaga antirasuah itu.

“Jangan intervensi lah. Dalam proses hukum, biarkan aja hukum berjalan. Tidak perlu intervensi kasus Pak Hasto, diberikan pengacara yang top lah,” lanjutnya.

Berita Lain

Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

Forbes: Budi dan Michael Hartono dengan Kekayaan US$43,8 Miliar Bertahan di Posisi Pertama

KontraS Duga Penyiraman Air Keras Andrie Yunus, Bukan Atas Kehendak Pribadi

Ketua Ombudsman Yang Ditangkap Kejagung Miliki Kekayaan Rp4 Miliar

Sebelumnya, Megawati menyampaikan kritik terhadap KPK yang dinilai hanya menangani kasus kecil, termasuk kasus yang menjerat Hasto Kristiyanto. Seharusnya KPK lebih fokus menangani kasus besar yang menyebabkan kerugian negara triliunan rupiah.

Pernyataan ini diungkapkan Megawati dalam pidato politik pada peringatan HUT ke-52 PDIP di Sekolah Partai, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Jumat, 10 Januari 2025.

“Saya bikin KPK. Loh,ngopo kok nde’e yang digoleki kok kroco-kroco ngono loh. Mbok yang benar, sing jumlahe T-T-T-T (triliunan) gitu loh. Lah endi?” kata Megawati.

Kerap Dikritik

Ia juga mengaku kerap mendapat kritik ketika mengomentari kinerja KPK. Menurutnya, kritik tersebut bertujuan agar lembaga tersebut dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.

“Nanti kalau saya ngomong gini, tuh Bu Mega mengkritik saja. Mengkritik saja. Lah enggak. Orang benar,” ujarnya.

Megawati sebelumnya juga pernah mengeluarkan pernyataan keras terkait ancamannya jika Hasto ditangkap oleh KPK. Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam acara peluncuran buku “Pilpres 2024: Antara Hukum, Etika, dan Pertimbangan Psikologis” pada Kamis, 12 Desember 2024.

“Saya bilang, kalau Hasto itu ditangkap, saya datang. Saya enggak bohong. Kenapa? Saya ketua umum, bertanggung jawab kepada warga saya, dia adalah Sekjen saya,” tegas Megawati dalam acara tersebut.

Pada kesempatan yang sama, ia juga mendorong para praktisi hukum untuk mengkritisi penanganan kasus Harun Masiku, yang sudah menjadi perhatian sejak tahun 2019.

“Itu tahun 2019, coba ayo ahli hukum berani, hitung berapa semuanya yang ditahan,” ujarnya.

Selain itu, Megawati mengkritik penyidik KPK, AKBP Rossa Purbo Bekti, yang memeriksa Hasto dan stafnya, Kusnadi. Ia menyoroti keanehan sikap serta cara berpakaian penyidik tersebut, termasuk tindakan menyita buku catatan dan ponsel pribadi Hasto dari Kusnadi.

“Lalu saya bilang, siapa itu Rossa? Katanya ininya KPK, tapi masa pakai masker, pakai apa namanya topi sing ada depannya iku. Iya toh? Berarti dia sendiri kan takut karena dia menjalani hal yang enggak benar,” ungkap Megawati. (*)

Berita Lain

Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto sebagai tersangka. Hery keluar dari Gedung Pidsus Kejagung menggunakan rompi tahanan pink. (Foto: Ist./ cnbcindonesia.com).

Ketua Ombudsman Yang Ditangkap Kejagung Miliki Kekayaan Rp4 Miliar

17 April 2026
Ketua Umum Partai Gerindra yang Juga Presiden RI Prabowo Subianto di momen perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 Partai Gerindra di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Sabtu, 15 Februari 2025. (Foto: Ist./ Liputan6.com).

Elektabilitas Partai Gerindra Ungguli PDIP dan Golkar

14 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS