BATAM – Diki, 20 tahun, sudah tiga hari bermalam di bawah pohon pinggir jalan Sekupang-Tiban. Bersama seorang temannya, pria lulusan welder ini berjualan bendera merah putih berbagai jenis dan ukuran.
“Kita jualannya 24 jam. Tidur di sini. Nanti tinggal hidupin lampu aja di situ,” kata Diki sambil menunjuk tumpukan banner yang masih terlipat rapi, Jumat, 1 Agustus 2025.
Diki adalah warga Kabil, Punggur. Untuk makan dan mandi secara bergantian, Diki dan temannya menyewa sebuah kamar kos, tak jauh dari lokasi mereka berjualan.
Ini merupakan pengalaman baru bagi Diki. Ia menerima tawaran temannya untuk mengisi waktu luang, karena baru lulus kuliah. “Nanti abis tujuh belasan cari kerja,” ujarnya.
Kata Diki, usaha musiman ini sudah beberapa tahun terakhir digeluti ayah temannya. Mereka punya tiga titik dagangan di sepanjang jalan Sekupang-Tiban. Lokasi ini dipilih karena dinilai cukup ramai dilewati pengendara sepeda motor dan mobil.
Selain itu, berjualan di pinggir jalan bertujuan agar mudah ditemukan. “Jadi orang-orang pulang kerja udah nengok. Jadi dekat-dekat hari-H nya udah tau kalau ada jual di sini,” kata Diki.
Sehari, mereka bisa menjual sekitar 10 bendera merah putih. Menurut Diki, bendera kantor dan bendera rumah paling banyak diminati.
Harganya beragam. Mulai dari bendera kecil seharga Rp15 ribu, bendera rumah Rp30 ribu, tiang umbul-umbul Rp35 ribu, umbul-umbul Rp45 ribu, bendera kantor 50 ribu, sampai bendera background seharga Rp850 ribu.
“Ini hitungnya per gelombang. Ada 10 gelombang atau sekitar 10 meter gitu dia. Kalau langsung full 10 meter gitu Rp850 ribu,” jelas Diki. Ia akan mendapat bagian setelah mengembalikan modal penjualan.
Lapak ini sudah dibuka sejak 29 Juli dan akan terus menghiasi ruas jalan Sekupang-Tiban hingga 17 Agustus pagi.

Diki menyebut, tidak ada pungutan biaya dari pihak manapun untuk dapat berjualan bendera merah putih di pinggir jalan. Menurut Diki, berjualan bendera merah putih bukan sekadar mencari cuan, tapi juga sebagai bentuk memeriahkan hari kemerdekaan Republik Indonesia.
“Karena kan kita nggak ganggu di sini. Biar meriahin aja. Biar lebih rame,” kata pria yang berulang tahun di bulan Agustus ini.
Tema dan Makna Logo HUT RI ke-80
Dikutip dari Liputan 6, pemerintah melalui Kementerian Sekretariat Negara secara resmi mengumumkan tema nasional HUT RI ke-80 tahun 2025, yaitu “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”.
Tema ini mencerminkan harapan untuk mewujudkan persatuan yang kokoh, kedaulatan negara yang kuat, kesejahteraan rakyat yang merata, dan kemajuan Indonesia di berbagai bidang.
Logo HUT RI ke-80 mengambil bentuk angka “80” dengan desain dinamis berwarna merah dan putih, disertai ornamen modern yang mencerminkan transformasi digital dan kemajuan teknologi. Desain logo ini juga menekankan keselarasan antara nilai-nilai kebangsaan dan visi masa depan Indonesia.



