JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan, dalam perekonomian Indonesia, pemerintah menghadapi pemain-pemain yang memiliki agenda tersembunyi. Kelompok ini adalah mereka yang mementingkan kepentingan pribadi dan golongan.
Pemain-pemain ekonomi ini, kata Prabowo, niatnya mencari keuntungan sebesar-besarnya, tanpa peduli kondisi rakyat.
“Bila perlu rakyat dimiskinkan terus, mereka bisa mengisap kekayaan kita bagaikan mengisap darah. Ada, ini namanya realisme,” ujarnya, saat memberikan pengarahan dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu, 6 Agustus 2025 dilansir cnbcindonesia.com.
Presiden pun menegaskan, pemerintahannya bukan anak kecil yang bisa dibohongi atau dikelabui. Dia menjelaskan pemerintahannya tidak rela rakyat kecil harus dibebani secara finansial.
“Saya sebagai presiden, Wapres, kita bukan anak kecil. Kita tidak bisa dibohongi tidak bisa ditipu lagi, kita ingin baik dan beri kesempatan semua, tapi kita tidak rela rakyat Indonesia dimiskinkan terus,” Prabowo menekankan.
Serakahnomics
Sebelumnya, sebagai kepala pemerintahan juga kerap menyinggung istilah ‘serakahnomics’. Ini adalah istilah untuk mengambarkan mahzab ekonomi yang dianut oleh orang atau kelompok yang hanya mementingkan keuntungan diri dan kelompoknya semata.
“Ini adalah menurut saya kurang ajar, sampai saya merasa perlu ada istilah baru, ini bukan mahzab neolib (neoliberal) atau pasar bebas, atau capital. Ini mahzab serakahnomics, serakahnomics,” kata Prabowo dalam peluncuran kelembagaan 80.000 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Bentangan, Klaten, Jawa Tengah, Senin, 21 Juli 2025.
Ia pun berulang kali memperingatkan pengusaha-pengusaha dalam negeri agar tidak memanfaatkan penderitaan rakyat.
“Saya sudah beri warning sekian bulan, ‘tolonglah patuhi ketentuan, patuhi Undang-Undang. Masa tega. Petani setengah mati, rakyat kita masih banyak yang susah. Ada yang cari keuntungan di atas penderitaan rakyat. Itu namanya adalah menghisap darah rakyat, itu adalah menurut saya parasit, menghisap darah, vampir-vampir ekonomi,” ucap Prabowo. (*)



