Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Sebagian peserta Muktamar PPP spontan ajukan protes atas keputusan sidang pada hari pertama acara yg berlangsung di Ancol Jakarta Utara Sabtu, 27 September 2025. (Foto: Ist./ katadata.co.id).

M. Mardiono dan Agus Suparmanto Saling Klaim Ketua Umum PPP

29 September 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA – Dua calon Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) saling klaim sebagai ketum terpilih meski baru memasuki hari pertama Muktamar X partai tersebut, Sabtu, 27 September 2025 di Ancol, Jakarta Utara.

Kedua kandidat tersebut adalah Muhammad Mardiono dan Agus Suparmanto.

Pimpinan Sidang Muktamar X PPP Amir Uskara mulanya mengumumkan M. Mardiono sebagai calon ketua umum terpilih usai menjadi satu-satunya calon yang hadir. Amir menyebut Mardiono telah didukung 1.304 muktamirin pemilik hak suara muktamar.

“Selamat Pak Mardiono atas terplihnya secara aklamasi dalam Muktamar X yang baru saja kami ketok palunya,” kata Pimpinan Sidang Muktamar X PPP Amir Uskara, dalam konferensi pers yang digelar usai muktamar, Sabtu malam, 27 September 2025.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Penetapan calon ketua umum ini dipercepat dari jadwal semula.

Dalam jumpa pers, Mardiono mengatakan sejak awal sudah ada gelagat-gelagat akan terjadi keributan dalam muktamar. Sehingga, berdasar AD/ART partai, proses bisa dipercepat jika terjadi kondisi yang dianggap darurat.

“Sebagaimana yang diatur dalam pasal 11 Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, maka proses bisa dipercepat dan kemudian ini kita anggap sebagai penyelamatan dalam kondisi situasi yang sangat darurat,” kata Mardiono.

Kontan Ditolak

Penetapan M. Mardiono jadi ketum, kontan ditolak sebagian peserta muktamar. Sebagian kader melalui Ketua Majelis Pertimbangan PPP, Muhamad Romahurmuziy alias Romy, menyatakan penetapan Mardiono itu tidak sah, dilansir cnnindonesia.com.

Romy menjelaskan Muktamar ke-10 PPP masih berlangsung hingga pukul 22.30 WIB dan belum menetapkan ketua umum. Semula, Muktamar dijadwalkan digelar selama tiga hari mulai 27-29 September.

“Adanya berita sekitar pukul 21.22 WIB yang menyebutkan bahwa Mardiono terpilih secara aklamasi adalah palsu, klaim sepihak, tidak bertanggung jawab, dan merupakan upaya memecah belah Partai Persatuan Pembangunan,” ujar Romy lewat keterangan pers tertulis.

Sejarah Dualisme

Saling adu klaim kemenangan itu mengulang sejarah dualisme kepemimpinan di tubuh partai berlambang Ka’bah. Pada 2014, menjelang Pilpres, dualisme kepemimpinan juga terjadi dan melibatkan Romy.

Kala itu, Romy menolak sikap Ketua Umum Surya Dharma Ali mendukung pencalonan Prabowo Subianto di pilpres. Romy menginisiasi Rapimnas di Jakarta yang dihadiri 26 Ketua DPW dan 25 pengurus pusat.

Hasilnya, Suryadharma Ali resmi diturunkan sebagai ketua umum.

Masih di tahun yang sama, kasus dualisme berulang melalui dua Muktamar yang digelar kubu Romy dan Djan Faridz. Pada 2 November 2014, Muktamar di Ancol, Jakarta itu menetapkan Djan Faridz sebagai ketua umum.

Muktamar itu digelar sebagai tandingan dari Muktamar sebelumnya yang digelar di Surabaya, 15-19 Oktober 2014 yang menetapkan Romy sebagi ketua umum.

Namun, dualisme itu akhirnya diputuskan oleh Mahkamah Agung lewat Peninjauan Kembali (PK) pada 2017 yang menyatakan kepemimpinan Romy sebagai yang sah. Putusan itu didahului oleh Muktamar Islah yang digelar 2016 di Jakarta. (*)

Berita Lain

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar saat berpidato pada  Muktamar VI PKB di Bali Nusa Dua Convention Center, Sabtu, 24 Agustus 2024. (Foto: Ist./BPMI - Sekretariat Wakil Presiden RI).

Presiden Terpilih Prabowo Subianto Tak Hadiri Penutupan Muktamar PKB

26 Agustus 2024

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS