JAKARTA – Ketua Umum Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Erick Thohir, menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia setelah Timnas Indonesia dipastikan gagal melaju ke putaran final Piala Dunia 2026. Kepastian ini didapat usai kekalahan tipis 0-1 dari Timnas Irak pada laga terakhir babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang berlangsung di Jeddah, Arab Saudi pada Minggu, 12 Okotber 2025 dinihari.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Erick Thohir mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung perjuangan skuad Garuda selama proses kualifikasi berlangsung.
“Terima kasih kepada suporter, pemain, dan ofisial atas perjuangan untuk bisa sampai Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026. Pertama kali dalam sejarah, Indonesia bisa sampai di titik sejauh ini.” dikutip dari viva.co.id.
Laga melawan Irak menjadi pertandingan yang sangat menentukan. Bermain dengan penuh semangat, Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Irak lewat satu-satunya gol yang bersarang di gawang mereka. Kekalahan ini membuat Indonesia tidak dapat melanjutkan langkahnya ke babak kelima, sekaligus mengubur mimpi tampil di Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak keikutsertaan perdana di tahun 1938 (saat masih bernama Hindia Belanda).
Rasa Kecewa
Dalam pernyataannya, Erick juga menyampaikan rasa kecewa dan permohonan maaf karena belum dapat mewujudkan impian besar masyarakat Indonesia.
“Kami memohon maaf mimpi masuk ke Piala Dunia belum bisa kami wujudkan.” Meski gagal melaju lebih jauh, pencapaian Indonesia menembus babak keempat tetap menjadi catatan sejarah tersendiri. Ini adalah pertama kalinya Timnas mampu mencapai fase ini dalam sistem kualifikasi modern FIFA, yang menjadi bukti perkembangan positif sepak bola nasional.
Unggahan Erick Thohir disertai dengan lagu “Best of You” dari Foo Fighters, yang menggambarkan semangat dan dedikasi para pemain selama proses panjang kualifikasi.
Respons netizen pun beragam, namun sebagian besar tetap memberikan dukungan dan apresiasi terhadap perjuangan tim. Banyak yang berharap langkah ini menjadi pondasi menuju prestasi yang lebih besar di masa depan.
Pressing Tinggi
Bertanding di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah, Indonesia memeragakan pressing tinggi sejak menit awal.
Indonesia bahkan mampu menebar sejumlah ancaman. Pada menit keenam, Calvin Verdonk mencoba melepaskan tembakan spekulasi dari luar kotak penalti. Namun, bola masih membentur pemain lawan dan menghasilkan sepak pojok.
Tiga menit berselang giliran Thom Haye yang memberikan ancaman. Akan tetapi tembakan keras Haye masih melenceng dari sasaran.
Pada menit ke-14, Indonesia nyaris memecah kebuntuan. Sayang sontekan Mauro Zijlstra di kotak penalti masih bisa di blok Hussein Ali dan menghasilkan tendangan penjuru.
Semenit berselang, umpan sepak pojok Thom Haye kemudian berhasil disambut Zijlstra di kotak penalti. Sayangnya bola masih melenceng dari sasaran, dikutip dari cnnindonesia.com.
Serangan yang dibangun Indonesia menghasilkan kemelut di menit ke-33. Umpan tarik Thom Haye disambut Reijnders yang berdiri bebas di tengah kotak penalti. Sayang tembakannya terlalu lemah.
Akan tetapi tembakan Reijnders bisa diteruskan Kevin Diks yang berdiri di depan gawang. Namun sontekan Diks masih membentur gawang. Wasit juga menilai Diks sudah berada di posisi offside.
Peluang Terakhir
Indonesia mendapat peluang terakhir di masa injury time lewat tendangan bebas setelah Mauro Zijlstra dijatuhkan di depan kotak penalti. Sayang tembakan Dean James masih melenceng tipis di sisi kiri gawang Irak.
Tak lama kemudian wasit meniup peluit tanda babak pertama berakhir dengan skor imbang tanpa gol.
Babak Kedua
Memasuki babak kedua, pertandingan berlangsung sengit. Baik Indonesia maupun Irak saling menekan.
Kerja sama apik Kevin Diks dan Eliano Reijnders di sisi kanan berhasil merangsek ke kotak penalti. Namun umpan silang Reijnders tak akurat sehingga tak ada pemain yang bisa menyambut.
Pada menit ke-65 Kevin Diks mendapat peluang emas di kotak penalti. Sayang beribu sayang tembakan Diks kurang keras sehingga mudah diamankan kiper Jalal Hassan.
Dua menit berselang Indonesia menghasilkan peluang emas lewat serangan balik. Ole Romeny mencoba menyambut umpan panjang namun usahanya dijegal Zaid Tahseen. Wasit hanya memberikan kartu kuning kepada Tahseen.
Alih-alih cetak gol, gawang Indonesia justru kebobolan di menit ke-76. Adalah Zidane Iqbal yang sukses memecah kebuntuan melalui tembakan mendatar yang merangsek ke pojok gawang Indonesia.
Di masa injury time, wasit memberikan kartu merah kepada Ibrahim Bayesh yang melanggar Kevin Diks di luar kotak penalti. Namun, tak ada tendangan bebas untuk Indonesia.
Usaha pemain Indonesia untuk mengejar ketinggalan gagal membuahkan hasil hingga laga usai. Mimpi Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026 pun pupus. (*)



