Jumat, 1 Mei 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) 2018-2024, Nicke Widyawati. (Foto: Ist./Dok: Pertamina).

Kejagung Kembali Periksa Eks. Dirut Pertamina, Nicke Widyawati

26 Oktober 2025
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA  – Kejaksaan Agung (Kejagung) kembali memeriksa Direktur Utama PT Pertamina (Persero) 2018-2024 dengan inisial NW pada, Jumat, 24 Oktober 2025. Berdasarkan informasi yang dihimpun, NW merujuk pada nama Nicke Widyawati.

Nicke kembali diperiksa sebagai saksi terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada anak usaha Pertamina dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) 2018-2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna mengatakan, pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud.
Terlebih, tempus perkara yang juga menjerat buron Muhammad Riza Chalid tersebut, terjadi pada era kepemimpinan Nicke.

“Pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dalam perkara dimaksud,” kata Anang dalam siaran pers, Jumat, 24 Oktober 2025 dilansir bloombergtechnoz.com.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Enam Diperiksa

Selain Nicke, Kejagung juga memeriksa enam orang lainnya pada hari yang sama. Mereka adalah HRD PT Mahameru Kencana Abadi, dengan inisial S; Senior Account Manager PT Pertamina Patra Niaga 2021-sekarang dengan inisial NS.

Selanjutnya, Kepala Terminal PT Orbital Terminal Merak dengan inisial TRA; Finance Accounting and Tax Manager PT Orbital Terminal Merak dengan inisial N; Pemimpin Cabang PT BRI Multi Finance Indonesia dengan inisial IHP; dan Account Officer PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) 2011-2014 dengan inisial TR.

Mereka diperiksa terkait dengan perkara dugaan tindak pidana korupsi dalam tata kelola minyak mentah dan produk kilang pada PT Pertamina (Persero), Sub. Holding dan Kontraktor Kontrak Kerjasama (KKKS) tahun 2018 s.d. 2023 atas nama tersangka Hasto Wibowo dan kawan-kawan.

Pemeriksaan Sebelumnya

Kejagung sebelumnya telah memeriksa Nicke pada Mei 2025. Kala itu, Direktur Penyidikan Jampidsus Kejagung Abdul Qohar menyatakan, penyidik menggali pengetahuan Nicke soal keputusan-keputusan dan proses praktik pengoplosan dan korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM) di anak usaha perusahaan pelat merah tersebut.

“Kami memintai keterangan terkait dengan apa yang beliau ketahui pada saat menjabat sebagai dirut. Ya, jadi seluruhnya kami tanyakan dan ini masih sedang berlangsung,” kata Qohar kepada awak media, di kantornya, Kamis, 8 Mei 2025.

Dalam perkara ini, Kejagung telah menetapkan 18 tersangka, salah satunya masih berstatus buron, karena diduga tengah bersembunyi di luar negeri yaitu Muhammad Riza Chalid.

Jaksa menuduh para tersangka menimbulkan kerugian negara hingga lebih dari Rp285 triliun.

Pada tahap awal, jaksa lebih dulu menyeret empat mantan pejabat Pertamina. Mereka adalah eks. Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN), Riva Siahaan; eks. Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PPN, Maya Kusuma; Vice President Trading Product PPN, Edward Corne; dan Direktur Feedstock and Product Optimization PT Kilang Pertamina Internasional, Sani Dinar Saifudin.

Secara umum, jaksa mengendus para tersangka melakukan penyimpangan dalam perencanaan dan pengadaan atau ekspor minyak mentah; penyimpangan dalam perencanaan dan pengadaan atau impor minyak mentah; dan penyimpangan dalam perencanaan dan pengadaan atau impor BBM.

Selain itu, para tersangka juga diduga melakukan penyimpangan dalam pengadaan sewa kapal; penyimpangan dalam pengadaan sewa terminal BBM; penyimpangan dalam proses pemberian kompensasi produk Pertalite; dan penyimpangan dalam penjualan solar nonsubsidi kepada pihak swasta dan pihak BUMN. (*)

Berita Lain

Satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Pertamina saat layani kebutuhan BBM para pengendara sepeda motor di Jakarta.(Foto: Ist./ bisnis.com).

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

30 April 2026
Ketua Ombudsman RI, Hery Susanto sebagai tersangka. Hery keluar dari Gedung Pidsus Kejagung menggunakan rompi tahanan pink. (Foto: Ist./ cnbcindonesia.com).

Ketua Ombudsman Yang Ditangkap Kejagung Miliki Kekayaan Rp4 Miliar

17 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS