Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Atap rumah salah satu warga di Kemuning City yang ditimpa tanah akibat batu miring yang tidak kuat menahan derasnya air hujan. (Foto: Dok.pribadi).

Pengembang Pastikan Perbaikan Atap dan Drainase Usai Ambruknya Dinding Penahan Tanah

27 Februari 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Berita Lain

‎Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Kepala BP Batam Berharap Kolaborasi Lintas Sektor dan Kerja Keras Dapat Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi

BP Batam: Penataan Pot Bougenville Perkuat Estetika Kota Tanpa Bebani Keuangan Negara

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri Tahun 2026

‎BATAM – Pihak pengembang Perumahan Kemuning City menegaskan bahwa pembangunan proyek telah mengantongi perizinan lengkap, termasuk Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
‎
Pengembang meminta agar musibah ambruknya dinding penahan tanah (DPT) tidak dimanfaatkan untuk menyudutkan perusahaan.
‎
‎Peristiwa runtuhnya struktur DPT milik PT Tekad Real Estate, terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut selama tiga hari berturut-turut. Akibat kejadian tersebut, sedikitnya tujuh rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan ringan karena tertimpa material batu dan tanah.

BACA JUGA : Sejumlah Bangunan Rusak Akibat Batu Miring yang Tidak Kuat Menahan Derasnya Air Hujan
‎
‎Manager Operasional PT Tekad Real Estate, Dave, pada Jumat, 27 Februari 2026 menyampaikan bahwa insiden tersebut merupakan musibah akibat faktor cuaca ekstrem. Meski demikian, pihak perusahaan menyatakan bertanggung jawab penuh atas dampak yang ditimbulkan, khususnya perbaikan bagian atap rumah warga yang terdampak.
‎
‎“Kami telah mengantongi seluruh perizinan yang diperlukan, termasuk PBG. Kejadian ini murni musibah akibat curah hujan tinggi. Namun kami tetap bertanggung jawab penuh terhadap perbaikan, terutama penggantian spandek atap yang rusak,” ujarnya.
‎
‎Ia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan perusahaan adalah memastikan keselamatan warga terdampak. Pada malam kejadian, pengembang langsung menyalurkan dana kompensasi pengungsian sementara.
‎
‎Untuk mempercepat penanganan, perusahaan juga menambah tiga unit alat berat sehingga total empat ekskavator diterjunkan ke lokasi. Dalam waktu sekitar satu setengah hari, material longsoran berhasil dibersihkan guna mengantisipasi potensi pergerakan tanah susulan.
‎
‎Selain pembersihan material, pengembang melakukan pembuatan trap tanah serta saluran drainase untuk mengarahkan aliran air agar tidak kembali mengarah ke permukiman warga. Atas permintaan warga yang ingin segera kembali ke rumah masing-masing, proses penanganan dilakukan secara intensif hingga pada Sabtu sore warga telah dapat kembali menempati rumah mereka.

BACA JUGA : Pemerintah Setempat Mengimbau Warga Agar Tetap Tenang Akibat Ambruknya Batu Miring Perumahan Kemuning City
‎
‎“Pada hari Minggu kami tidak lagi memberikan kompensasi pengungsian karena warga sudah kembali ke rumah,” jelas Dave.
‎
‎Saat ini, proses penguatan struktur DPT masih berlangsung di lokasi kejadian. Pengembang juga terus melakukan pendataan kerusakan, terutama pada bagian atap rumah yang terdampak longsoran.
‎
‎Menurut pihak perusahaan, seluruh langkah penanganan telah dilakukan sesuai hasil musyawarah yang difasilitasi perangkat RT dan RW, lurah setempat, serta pihak kepolisian, dan turut dihadiri perwakilan anggota Komisi 1 DPRD Kota Batam.
‎
‎“Kami mengedepankan musyawarah dan terus berkoordinasi dengan warga serta para pemangku kepentingan,” tegasnya.
‎
‎Sementara itu, warga berharap proses penguatan struktur dilakukan secara maksimal, transparan, dan sesuai standar teknis agar keamanan lingkungan dapat terjamin dalam jangka panjang serta mencegah terulangnya kejadian serupa.

Berita Lain

Petugas operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta bergerak cepat menangani gangguan atap di area Boarding Lounge Gate 7 Terminal 3, Senin, 6 April 2026. (Foto: Ist./ dok. Angkasa Pura Indonesia).

Hujan Deras, Atap Terminal 3 Bandara Soetta Jebol

7 April 2026
Reses anggota dewan di kavling Bukit Layang, Piayu. (Foto: Dok.pribadi).

‎Reses di Kavling Bukit Layang, Jimmy Siburian Tampung Aspirasi Warga Soal Longsor dan Semenisasi Jalan

6 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS