Kamis, 22 Oktober 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
RDPU bahas tenggelamnya kapal tuqboat milik PT ASL Tanjung Uncang. (Foto: Humas DPRD).

DPRD Kota Batam RDPU Bahas Kecelakaan Kerja Tenggelamnya Kapal Tuqboat PT ASL

13 Maret 2026
hms hms
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

BATAM – DPRD Kota Batam menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) terkait kecelakaan kerja tenggelamnya kapal tugboat yang menelan korban jiwa di perairan galangan kapal PT ASL Shipyard Indonesia di kawasan Tanjunguncang. RDPU tersebut berlangsung di Ruang Rapat Pimpinan DPRD Batam, Kamis, 12 Maret 2026.

Rapat dipimpin Wakil Ketua I DPRD, Batam Haji Aweng Kurniawan dari Fraksi Partai Gerindra, didampingi Wakil Ketua III DPRD Batam, Muhammad Yunus Muda SE. RDPU ini digelar menyusul kecelakaan kerja yang kembali terjadi di lingkungan perusahaan galangan kapal tersebut.

Pertemuan tersebut diikuti lintas komisi di DPRD Batam, di antaranya Ketua Komisi I, Jelvin Tan SH MH, Ketua Komisi III Muhammad Rudi ST, serta Ketua Komisi IV Dandis Rajagukguk ST. Sejumlah anggota komisi terkait juga turut hadir dalam rapat tersebut.

Selain unsur legislatif, RDPU turut menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Diky Wijaya, Kepala UPT Pengawasan Disnaker Provinsi di Batam, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Direktur Perwakilan PT Pradana Samudra Lines, serta perwakilan manajemen PT ASL Shipyard Indonesia.

Berita Lain

Perkuat Kepedulian terhadap Sesama, BP Batam Gelar Donor Darah dalam Rangkaian Hari Bakti ke-55

BP Batam dan Dewan Pers Perkuat Sinergi Kemitraan Media: Dorong Ekosistem Jurnalisme Tumbuh Profesional dan Berkualitas

Investasi Korea di Batam Tembus USD65,1 Juta, BP Batam Jemput Peluang Baru di Seoul

BP Batam Perkuat Kompetensi Pegawai melalui Pelatihan dan Sertifikasi K3

Dalam RDPU ini, satu per satu anggota dewan menyampaikan keprihatinan mereka terhadap tragedi maut yang kembali terjadi di perusahaan tersebut. Para legislator menilai insiden kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal sudah berulang kali terjadi sehingga memerlukan perhatian serius dari semua pihak.

Dalam rapat tersebut, Aweng Kurniawan menyampaikan penyesalannya atas kejadian yang kembali menelan korban jiwa. Ia menekankan pentingnya memastikan aspek perizinan serta kelayakan operasional kapal yang terlibat dalam insiden tersebut.

“Kami perlu memastikan apakah kapal itu memiliki surat izin berlayar dan apakah kapal tersebut layak beroperasi. Selain itu, apakah sudah ada koordinasi dengan KSOP,” tegas Aweng.

Menurutnya, kecelakaan kerja di kawasan galangan kapal telah terjadi beberapa kali sehingga penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) harus menjadi perhatian utama. Ia juga menyinggung kemungkinan faktor cuaca yang disebut-sebut berpengaruh dalam insiden tersebut.

“Kalau memang karena cuaca, mestinya bisa diprediksi untuk mencegahnya. Jangan sampai setiap kejadian dianggap selesai begitu saja,” ujarnya.

Melalui RDPU tersebut, DPRD Batam juga menyampaikan sejumlah rekomendasi kepada pihak perusahaan. Pertama, perusahaan diminta membuka secara transparan kronologi tenggelamnya kapal agar publik mengetahui secara jelas bagaimana peristiwa itu terjadi.

Kedua, DPRD ingin memastikan tanggung jawab perusahaan terhadap para korban, baik yang meninggal dunia maupun yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Ketiga, DPRD mendorong perusahaan memberikan kompensasi yang layak kepada keluarga korban meninggal dunia serta korban yang mengalami luka-luka.

Selain itu, perusahaan juga diminta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan kerja dan lingkungan (K3LH) agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Di sisi lain, Manajer Agensi PT Pradana Samudra Lines, Moh Fatur Akbar, menyatakan pihak perusahaan telah menanggung santunan, asuransi, serta seluruh biaya pemakaman korban.

“Kami memberikan santunan kepada korban, mengeluarkan asuransi, serta menanggung seluruh biaya pemakaman baik di dalam maupun luar kota sampai proses pemakaman selesai,” ujarnya.

Fatur menjelaskan, saat kejadian terdapat lima kru di dalam tugboat yang tengah melakukan asist, yakni membantu mendorong kapal lain. Para kru tersebut berada di bawah manajemen PT Pradana Samudra Lines sebagai penyedia awak kapal. (*)

Berita Lain

Tendangan bola pertama dilakukan oleh Wali Kota Batam, Amsakar Achmad dalam pembukaan kejuaraan minisoccer di lapangan Gama Minisoccer, Bengkong. (Foto: Diskominfo).

Buka Kejuaraan Minisoccer HUT ke-26 DPRD Batam, Amsakar Dorong Sportivitas dan Kebersamaan

18 Oktober 2026
Pengurus Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia silaturahmi ke kantor DPRD Kota Batam. (Foto: Sekretariat DPRD).

Ketua DPRD Kota Batam Terima Silaturahmi Pengurus IJTI Kepri

10 Oktober 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS