BATAM – Kekhawatiran masyarakat terhadap dampak situasi geopolitik global terhadap pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kepulauan Riau belum memengaruhi pola konsumsi energi di daerah tersebut. Hingga pertengahan Maret 2026, pembelian BBM oleh masyarakat tercatat masih berlangsung normal tanpa lonjakan berarti.
PT Pertamina Patra Niaga memastikan distribusi dan ketersediaan BBM di wilayah Kepulauan Riau tetap aman. Pemantauan di berbagai stasiun pengisian bahan bakar umum menunjukkan tidak ada indikasi kepanikan pembelian atau penimbunan oleh masyarakat.
Sales Area Manager Retail Kepri Pertamina Patra Niaga, Bagus Handoko mengatakan, aktivitas penyaluran BBM di lapangan berjalan seperti biasa. Kondisi tersebut menunjukkan masyarakat tidak terpengaruh secara langsung oleh isu global yang berkembang.
“Dari hasil monitoring kami, masyarakat masih membeli BBM secara normal. Tidak ada tanda-tanda panic buying,” kata Bagus di Batam, Selasa (17/3/2026).
Menurut dia, isu ketegangan di jalur perdagangan energi dunia, termasuk kawasan Selat Hormuz, tidak berdampak signifikan terhadap suplai BBM di Kepulauan Riau. Sistem distribusi energi nasional dinilai masih mampu menjaga stabilitas pasokan di daerah.
Pertamina juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan. Konsumsi energi secara wajar dinilai menjadi kunci menjaga stabilitas distribusi di tengah berbagai dinamika global.
Selain itu, perusahaan pelat merah tersebut mendorong penggunaan energi secara lebih efisien. Upaya penghematan dinilai sebagai bagian dari tanggung jawab bersama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
Dari sisi ketersediaan, stok BBM di Kepulauan Riau dinyatakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam beberapa pekan ke depan.
“Cadangan BBM jenis Pertalite tercatat sekitar 116.000 kiloliter dengan estimasi ketahanan sekitar 26 hari. Sementara stok Pertamax mencapai sekitar 21.000 kiloliter dengan ketahanan hingga 93 hari,” ujarnya.
Meski demikian, Pertamina menegaskan bahwa data stok bersifat dinamis karena proses distribusi dan pengisian ulang berlangsung secara berkala. Penyaluran BBM terus dilakukan seiring kedatangan suplai baru melalui jalur distribusi laut.
Sebagai contoh, pasokan BBM di depo penyimpanan kawasan Kabil, Batam, secara rutin diperbarui. Penyaluran Pertalite dari fasilitas tersebut dapat mencapai sekitar 3.700 kiloliter, sebelum kembali ditambah pasokan baru dari kapal tanker yang dapat mencapai sekitar 6.000 kiloliter.
Dengan pola distribusi tersebut, Pertamina memastikan kebutuhan energi masyarakat di Kepulauan Riau tetap dapat terpenuhi.



