Kamis, 30 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Grasberg Papua (Foto: Ist./ Bloomberg).

Laba Freeport 2025 Anjlok, Penjualan Emas & Tembaga Merosot

23 Maret 2026
H. Achmad Ristanto H. Achmad Ristanto
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

JAKARTA  – PT Freeport Indonesia (PTFI) mencatat penurunan kinerja signifikan sepanjang 2025, dengan laba bersih anjlok hampir 40% seiring merosotnya penjualan tembaga dan emas.

Berdasarkan laporan keuangan, Freeport mencatat laba bersih sebesar US$2,52 miliar atau sekitar Rp42,07 triliun (kurs Rp16.698 per dolar AS), turun 38,85% dari US$4,13 miliar pada tahun sebelumnya.

Penurunan laba ini terjadi di tengah melemahnya pendapatan. Freeport membukukan pendapatan sebesar US$8,62 miliar atau sekitar Rp143,9 triliun pada 2025, turun dari US$10,31 miliar pada tahun sebelumnya, dilansir bloomberg technoz.com.

Tekanan utama berasal dari penurunan penjualan dua komoditas utama. Pendapatan dari emas dalam bentuk konsentrat tercatat turun menjadi US$1,81 miliar dari sebelumnya US$2,21 miliar. Sementara itu, penjualan emas olahan (refined gold) juga turun menjadi US$1,68 miliar dari US$2,02 miliar.

Berita Lain

Kemenimipas Bina 365 ASN Pelanggar Disiplin di Nusakambangan

BBM Nonsubsidi Naik Signifikan, Pertamina Pertahankan Harga Pertalite Rp10.000/Liter

Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 190 kg Emas di Bandara Halim Perdanakusuma

Sebanyak 15 Korban Tewas Kecelakaan KA di Stasiun Bekasi Timur Teridentifikasi

Di sisi lain, penjualan tembaga dalam bentuk konsentrat juga mengalami penurunan cukup dalam menjadi US$2,69 miliar dari US$3,73 miliar pada 2024.

Sedangkan penjualan perak dalam konsentrat tercatat sebesar US$83,85 juta serta plat tembaga tercatat anjlok dari sebelumnya sebesar US$3,03 miliar menjadi hanya sebesar US$2,61 miliar. 

Meski pendapatan turun, beban penjualan justru meningkat dari sebelumnya sebesar US$4,45 miliar menjadi sebesar US$4,71 miliar. 

Sejalan dengan penurunan pendapatan, laba kotor Freeport turun menjadi US$3,91 miliar atau setara Rp65,3 triliun dari US$5,86 miliar.
Laba usaha juga menyusut menjadi US$3,78 miliar dari US$5,74 miliar pada tahun sebelumnya.

Kontribusi ke Negara

Dari sisi kontribusi ke negara, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar 4% tercatat sebesar US$112 juta atau sekitar Rp1,87 triliun, turun dari US$183,8 juta pada 2024.

Sementara itu, pendapatan untuk pemerintah daerah sebesar 6% tercatat US$168,6 juta atau sekitar Rp2,81 triliun, juga turun dari tahun sebelumnya.

Penurunan laba juga tercermin dari laba per saham (earnings per share /EPS) yang turun menjadi US$6.670,99 dari US$10.907,38 pada 2024.

Sebelumnya, Bloomberg Technoz telah melaporkan produksi PTFI sepanjang 2025 relatif lebih rendah dibandingkan dengan periode 2024.

Alasannya, terjadi kecelakaan pada tambang bawah tanah Grasberg pada September 2025 lalu.

Menurut keterbukaan informasi Freeport McMoRan Inc. (FCX), PTFI memproduksi 1,01 miliar pon tembaga sepanjang 2025.
Capaian ini turun sekitar 44% dibandingkan produksi tahun 2024 yang mencapai 1,8 miliar pon.

Dari sisi penjualan, volume tembaga pada 2025 tercatat sebesar 1,2 miliar pon, lebih rendah 26,2% dibandingkan realisasi 2024 yang mencapai 1,63 miliar pon.

Untuk komoditas emas, produksi sepanjang 2025 tercatat sebesar 937.000 ons, merosot 49,7% dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 1,86 juta ons.

Penjualan emas juga mengalami penurunan menjadi 1,05 juta ons, atau turun 42,2% dari 1,81 juta ons pada 2024.

Harga Naik

Meski demikian, dari sisi harga terjadi tren kenaikan. Harga tembaga rata-rata pada 2025 tercatat sebesar US$4,53 per pon, meningkat 8,1% dibandingkan 2024 yang berada di level US$4,19 per pon.

Sementara itu, harga emas melonjak signifikan menjadi US$3.418 per troy ons, naik 41,4% dari US$2.418 per troy ons pada tahun sebelumnya.

Manajemen FCX menjelaskan bahwa penurunan produksi dipicu oleh terhentinya operasi tambang bawah tanah Grasberg Block Cave (GBC) pada September 2025 akibat insiden banjir lumpur.

Dalam kondisi normal, operasi bawah tanah PTFI mampu memproduksi sekitar 1,7 miliar pon tembaga dan 1,3 juta ons emas per tahun, sekaligus menjadi salah satu operasi tambang dengan biaya terendah di dunia. (*)

Berita Lain

Kepala BP Batam dan Wakilnya sampaikan laporan keuangan kepada Dirjen Pemeriksaan Keuangan Negara V BPK RI, Widhi Widayat di Gedung Bida Utama BP Batam, Selasa, 7 April 2026. (Foto: Humas BP).

Sinergi BP Batam dan BPK RI, Dorong Tata Kelola dan Akuntabilitas Keuangan Negara

9 April 2026
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. (Foto: Ist./ detik.com).

Laksanakan Amanat Presiden, Menkeu Purbaya Serahkan Laporan Keuangan 2025 ke BPK

4 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS