Sabtu, 18 April 2026
No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Nasional
  • Eksklusif
  • Feature
  • Kriminal
  • Politik
  • Sejarah
  • Olahraga
  • Entertainment
  • Opini
Flayer

Festival Graffiti Internasional 2026 Hadir di Kota Batam

5 April 2026
Gema P Gema P
Bagikan ke FacebookBagikan ke WhatsApp

Batam, HMS Times – Kota Batam bersiap menjadi panggung seni jalanan dunia melalui gelaran International Graffiti Festival 2026: Wave of Wall. Acara ini menghadirkan puluhan seniman graffiti dari berbagai negara yang akan mengubah ruang-ruang urban menjadi kanvas raksasa penuh warna dan narasi visual.

Agung, penanggung jawab acara mengatakan, Wave of Wall merupakan kolektif seni visual berbasis di Batam yang berupaya mentransformasi lanskap industri kota menjadi galeri terbuka.

Festival ini akan diselenggarakan selama dua hari, pada 11-12 April 2026, berlokasi di basement Nagoya City Walk, Batam.

“Kami ingin menghadirkan energi baru di ruang publik, mengubah dinding-dinding monoton menjadi medium ekspresi yang hidup,” kata Agung, Minggu (5/4/2026).

Berita Lain

‎Kasus Dugaan Penipuan di Batam Berakhir Damai, Namun Isu Pencemaran Nama Baik Masih Mengemuka

Kepala BP Batam Berharap Kolaborasi Lintas Sektor dan Kerja Keras Dapat Memperkuat Pertumbuhan Ekonomi

BP Batam: Penataan Pot Bougenville Perkuat Estetika Kota Tanpa Bebani Keuangan Negara

Kepala BP Batam Terima Kunjungan Peserta Sespimti Polri Tahun 2026

Ia menjelaskan, festival ini tidak sekadar perayaan seni, melainkan juga upaya membangun identitas baru kota. Batam selama ini dikenal sebagai kota industri. Lewat festival ini, kami ingin menunjukkan bahwa Batam juga punya denyut seni urban yang kuat.

Festival ini lanjut Agung mengusung konsep Wall Invasion, sebuah “serangan kreatif” terkoordinasi yang melibatkan seniman lokal dan internasional untuk menciptakan karya seni skala besar di berbagai titik kota.

“Istilah ‘invasion’ bukan dalam arti negatif, tetapi simbol bagaimana kami merebut kembali ruang visual kota dari kesan abu-abu menjadi lebih hidup dan penuh cerita,” ujarnya.

Di lokasi yang sama, Etek selaku kordinator acara menjelaskan, pada hari pertama, kegiatan dipusatkan di basement Nagoya City Walk dengan agenda graffiti jamming, uji coba spray painting, pameran seni, hingga penampilan musik dan DJ. Sementara hari kedua diisi dengan graffiti games, skateboard games, talkshow, pameran seni lanjutan, serta pertunjukan musik.

“Kami ingin ada ruang diskusi juga, bukan hanya pertunjukan. Karena graffiti itu bagian dari budaya, bukan sekadar visual,” kata Etek.

Festival ini menghadirkan seniman internasional dari Prancis, Turki, India, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Di antaranya Potinword (Prancis), Kadirmersoy (Turki), Bongster (India), serta sejumlah nama dari Asia Tenggara seperti Kart dan Stranger (Singapura), serta 3top dan Khun (Thailand).

“Kehadiran seniman internasional ini menjadi ruang pertukaran ide dan teknik. Ini penting untuk perkembangan komunitas lokal di Batam,” ujarnya.

Dari dalam negeri, sejumlah seniman graffiti turut ambil bagian, seperti Reaz (Yogyakarta), Mine (Kebumen), Lambok (Medan), hingga perwakilan tuan rumah seperti Stepone, Froston, dan Wepz dari Batam.

Selain pameran dan pertunjukan seni, festival ini juga diramaikan berbagai aktivitas komunitas, seperti area uji coba spray painting, permainan skateboard dan fingerboard, live painting pada mobil, hingga pertemuan komunitas sepeda, Vespa, dan motor kustom. Kegiatan thrifting juga menjadi bagian dari rangkaian acara yang menggabungkan seni, gaya hidup, dan ekonomi kreatif.

Etek berharap festival ini dapat menjadi agenda tahunan yang memperkuat posisi Batam dalam peta seni urban global.

“Harapannya, ini bukan acara satu kali. Kami ingin menjadikannya gerakan berkelanjutan yang melibatkan komunitas, membuka ruang ekspresi, dan menghidupkan kota dengan cara yang kreatif,” tutupnya.

Berita Lain

Petugas Bea Cukai Batam saat memeriksa isi kontainer limbah di Pelabuhan Batu Ampar (Dok: Bea Cukai Batam)

Ratusan Kontainer Limbah B3 Masih Menumpuk di Batuampar

11 April 2026
ilustrasi kecelakaan kerja (Dok: istimewa)

Kecelakaan Kerja di PT Karyasindo Samudra Biru Shipyard, Satu Orang Meninggal Dunia

11 April 2026

IKLAN

Kalau Anda wartawan, tulislah sesuatu yang bernilai untuk dibaca. Kalau Anda bukan wartawan, kerjakanlah sesuatu yang bernilai untuk ditulis.

  • Tentang HMS
  • Redaksi
  • Perusahaan
  • Alamat
  • Pedoman

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS

No Result
View All Result
  • Batam
  • Kepri
  • Sumatra Utara
  • Feature
  • Eksklusif
  • Lowongan Wartawan
  • Kode Perilaku HMS

© 2020 HMStimes.com - Dilarang mengutip dan menyadur teks serta memakai foto dari laman HMS