Batam, HMS Times – Penguatan kerja sama internasional dalam penegakan hukum maritim menjadi fokus dalam latihan visit, board, search and seizure (VBSS) yang digelar Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kegiatan ini dinilai penting untuk menghadapi berbagai potensi pelanggaran hukum di wilayah perairan yang semakin kompleks.
Latihan yang berlangsung pada 30 Maret hingga 10 April 2026 itu dilaksanakan di Pusat Pelatihan Maritim Bakamla RI, Jembatan II Barelang, dengan menggandeng United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC). Kegiatan ini diikuti personel dari lintas instansi, termasuk peserta dari Vietnam.
Kepala Pangkalan Bakamla Batam, Kolonel Bakamla Agus Sriyanto mengatakan, pelatihan tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan keterampilan teknis, tetapi juga memperkuat koordinasi antarnegara dalam menjaga keamanan laut.
“Kegiatan ini merupakan kesempatan penting untuk meningkatkan keterampilan, memperkuat koordinasi, serta membangun hubungan profesional yang lebih erat antarnegara,” kata Kolonel Bakamla Agus dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, kehadiran peserta dari Vietnam menunjukkan adanya komitmen bersama dalam menjaga stabilitas dan keamanan kawasan perairan, khususnya di wilayah yang berbatasan langsung dan memiliki aktivitas pelayaran yang tinggi.
“Kami sangat mengapresiasi kehadiran rekan-rekan dari Vietnam. Partisipasi ini menunjukkan kemitraan yang kuat serta tanggung jawab bersama dalam menjaga keamanan laut di kawasan,” ujarnya.
Dalam latihan tersebut, peserta dibekali berbagai kemampuan teknis, mulai dari prosedur pemeriksaan kapal, penggeledahan, hingga penindakan terhadap dugaan pelanggaran hukum di laut. Materi diberikan melalui kombinasi pembelajaran di kelas dan simulasi praktik.
Selain peningkatan kapasitas individu, latihan ini juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan praktik terbaik antarinstansi maupun antarnegara. Bakamla menilai, pendekatan kolaboratif semacam ini diperlukan untuk merespons dinamika kejahatan lintas batas yang terus berkembang di sektor maritim.



