BATAM, HMStimes – Kinerja ekspor Kota Batam pada awal 2026 menunjukkan tekanan yang tidak merata. Di tengah penurunan total nilai ekspor, sejumlah sektor manufaktur dan pasar tujuan utama justru mencatat pertumbuhan, menandakan daya tahan industri daerah masih terjaga.
Data Badan Pengusahaan (BP) Batam mencatat total ekspor Batam periode Januari–Februari 2026 mencapai 3,10 miliar dollar AS, turun 3,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini terutama dipicu oleh kontraksi tajam di beberapa sektor tertentu.
Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis mengatakan, pelemahan tersebut tidak mencerminkan kondisi keseluruhan kinerja ekspor Batam. Sejumlah sektor industri dan pasar ekspor masih menunjukkan tren positif.
Salah satu indikatornya terlihat dari peningkatan ekspor ke Amerika Serikat yang tumbuh 30,71 persen menjadi 860,32 juta dollar AS. Selain itu, ekspor ke India melonjak signifikan hingga 410,23 persen menjadi 344,67 juta dollar AS. Pasar Singapura juga mencatat pertumbuhan sebesar 4,52 persen, disusul penguatan di Tiongkok dan Jerman.
Dari sisi komoditas, sektor manufaktur masih menjadi penopang utama, terutama pada produk mesin dan peralatan listrik, bahan kimia, serta perangkat optik.
“Kinerja ini menunjukkan bahwa industri berorientasi ekspor di Batam tetap kompetitif di pasar global,” kata Fary, Kamis (9/4/2026).
Namun, tekanan besar datang dari sektor perkapalan yang mengalami penurunan drastis. Nilai ekspor kapal turun tajam dari 504,47 juta dollar AS menjadi 70,82 juta dollar AS. Selain itu, komoditas kakao dan produk besi-baja olahan juga mencatat kontraksi signifikan.
Secara kumulatif, penurunan di tiga sektor tersebut mencapai 598,78 juta dollar AS, jauh lebih besar dibandingkan total penurunan ekspor Batam yang sebesar 118,38 juta dollar AS. Kondisi ini menunjukkan bahwa tanpa tekanan di sektor-sektor tersebut, kinerja ekspor Batam sebenarnya masih berpotensi tumbuh positif.
“Kenaikan di pasar-pasar ini menegaskan bahwa basis ekspor Batam masih memiliki daya saing yang kuat, khususnya pada produk manufaktur yang berorientasi ekspor,” ujarnya.
Ke depan, ketergantungan pada sektor tertentu menjadi tantangan bagi struktur ekspor Batam. Diversifikasi komoditas dan penguatan sektor unggulan dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan di tengah dinamika ekonomi global.



